Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Angka Wisatawan yang Cari Mati di Swiss Berlipat Ganda

Ama Farah
Terakhir diupdate: 21 Agustus 2014 21:02 9:02 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 21 Agustus 2014 20:51
Bagikan
Seoranng pasien asal Inggris yang minta mati di klinik Swiss
Bagikan

Hidayatullah.com–Jumlah orang asing yang pergi ke Swiss untuk melakukan bunuh diri berlipat ganda dalam kurun waktu empat tahun, demikian menurut hasil studi yang dimuat dalam Journal of Medical Ethics Kamis (21/8/2014), lansir Reuters.

Pada tahun 2012, 172 orang asing merenggut nyawa sendiri dengan bantuan orang lain di Swiss, negara yang memiliki aturan liberal soal euthanasia. Angka itu naik dari 86 di tahun 2009.

Menurut hasil penelitian itu, mereka yang minta dicabut nyawanya hampir separuh mengidap penyakit gangguan syaraf seperti lumpuh, penyakit syaraf penggerak, Parkinson’s dan multiple sclerosis.

Euthanasia atau bunuh diri dengan bantuan orang lain, dilegalkan di Swiss sejak tahun 1940an, jika dilakukan oleh seseorang yang tidak memiliki kepentingan langsung dengan kematian orang bersangkutan.

Meskipun demikian, peningkatan jumlah orang asing yang sengaja datang ke Swiss untuk minta dicabut nyawanya menimbulkan perdebatan hangat di negara mungil itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Tahun 2011, para pemilih di canton (daerah adminstratif) Zurich menolak usulan pelarangan euthanasia dan “pariwisata bunuh diri”. Setahun kemudian, parlemen menolak untuk memperketat kontrol praktek euhtanasia.

Analisa atas 611 kasus antara tahun 2008 dan 2012 mendapati bahwa orang asing yang datang ke Swiss untuk minta dibunuh berasal dari 31 negara berbeda. Usia tengah mereka adalah 69 tahun.

Hampir separuh dari mereka adalah orang Jerman, sementara 20 persen lainnya orang Inggris. Negara asal 10 tertinggi termasuk Prancis dan Italia, di mana jumlah wisatawan bunuh diri dari kedua negara ini menunjukkan peningkatan paling tinggi.

“Pembunuhan atas dasar kasih sayang” itu juga legal di Belanda, Luxembourg, Belgia dan sejumlah negara bagian di Amerika Serikat. Namun, euthanasia masih ilegal di banyak negara sehingga mendorong sebagian orang yang sakit dan kecil kemungkinannya sembuh pergi ke negara-negara tersebut, di mana mereka bisa mendapatkan bantuan untuk mati, tanpa khawatir keluarga, orang-orang yang mereka cintai atau dokternya akan dituntut secara hukum.

Beberapa bulan terakhir pengadilan di Inggris, Prancis dan Mahkamah HAM Eropa masih berdebat perihal euthanasia.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Makan Sayuran dan Buah Bisa Kurangi Depresi
Tulisan selanjutnya Akhirnya MK tolak Permohonan Prabowo-Hatta

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?