Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pembunuh Ulama China Dihukum Mati

Ama Farah
Terakhir diupdate: 30 September 2014 20:19 8:19 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 30 September 2014 20:19
Bagikan
Imam Jume Tahir, imam di masjid kota Kashgar, China barat dibunuh pada bulan Juli lalu
Bagikan

Hidayatullah.com–Media pemerintah China melaporkan dua pemuda dihukum mati dan yang lainnya penjara seumur hidup karena membunuh pimpinan masjid terbesar negara itu.

Sebelumnya, Jume Tahir, imam yang diangkat pemerintah di masjid kota Kashgar, China barat tewas pada bulan Juli.

Pengadilan menyatakan sekelompok anak muda dianggap bertanggungjawab atas pembunuhan tersebut. Demikian kutip BBC.

Mereka dipandang terpengaruh ekstrimisme keagamaan.

Beberapa orang yang terlibat dilaporkan ditembak mati polisi yang melakukan operasi setelah tewasnya imam tersebut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kashgar berada di daerah Xinjiang, China barat laut, tempat yang sering dilanda rangkaian kerusuhan dan bentrokan antara pihak keamanan dan penduduk Islam Uighur.

Lima puluh orang tewas dalam peristiwa kekerasan di Xinjiang, pada Ahad (21/09/2014), yang disebut polisi sebagai sebuah ‘serangan teroris yang serius’ seperti dilaporkan media pemerintah China.

Sebelumnya media pemerintah melaporkan peristiwa tersebut terjadi di Luntai yang menyebabkan dua orang tewas.

Kamis (25/09/2014) lalu, sebuah portal berita pemerintah mengatakan 40 ‘perusuh’, enam warga sipil dan empat pertugas polisi tewas. Tidak ada keterangan mengapa laporan tersebut terlambat disampaikan.

Dalam beberapa bulan belakangan, kekerasan meningkat di Xinjiang, yang selama ini diwarnai ketegangan antara komunitas Uighur dan suku Ha, China.

Di Xinjiang selama 2009 telah terjadi ketegangan antara suku Muslim Uighur dan suku Han yang mendominasi daratan China. Sementara itu, warga Muslim Uighur selalu menjadi kambing hitam pemerintah Komunis China.

Juli lalu, pemerintah China melarang  PNS, pelajar dan guru Muslim di Xinjiang,  melakukan ibadah puasa selama Ramadhan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinadiskriminasiimammasjidMuslimPuasaxinjiang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tifatul Resmi Mundur dari Menkominfo
Tulisan selanjutnya ITJ Berbagi Informasi Liberalisasi Islam di Perguruan Tinggi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

Berita
31 Agustus 2026 20:47
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?