Hidayatullah.com–Koran-koran Timur Tengah, memilih sikap yang berbeda dibanding koran-koran internasional yang turut memuat berita tertangkapnya Saddam Hussein.
Meski juga turut memberitakan penangkapan mantan presiden paling berpengaruh di Iraq itu, sebagaian media merasa kecewa dengan cara warga negara itu yang tidak melawan saat mantan presidennya ditangkap pihak Amerika Serikat (AS)
Koran pemerintah Mesir, Al-Akhbar mengatakan, rakyat tentu tidak akan begitu marah jika Saddam ditangkap rakyatnya sendiri yang mempunyai hak untuk menghakimi sekaligus menghukum pemimpin yang dianggap banyak menyebabkan penderitaan penduduknya itu.
?Itu sesuatu yang menyakitkan serta mengecewakan bila pengumuman mengenai penahanan Saddam Hussein justru datang dari mulut (Paul) Bremer, wakil penakluk Amerika…sesuatu yang menimbulkan rasa sakit hati,? ujar Pemimpin redaksi Al- Akhbar, Galal Duweidar dipetik koran itu.
Sementara itu, Pemimpin redaksi Al-Ahram Mesir, Ibrahim Nafie turut menyatakan perasaan sama.
?Imej yang ditunjukkan ketika bekas presiden Saddam Hussein ditahan pasukan Amerika adalah sesuatu yang memilukan dan imej mengejutkan.
?Tidak satu pun rakyat Arab menginginkan seorang presiden sebuah negara Arab yang begitu penting diperlakukan sedemikian. Kebanyakan rakyat Arab di Iraq mengininkan rakyat di negara bekas kepemimpinan Saddam itu sendiri yang menyelesaikan pemerintahannya,? katanya.
Sebuah koran Arab Saudi, Al-Hayat yang berpangkalan di London tetapi juga diedarkan di Kaherah serta kota lain melaporkan, rakyat Arab ?bersedih untuk Iraq dan nasibnya? ketika menyaksikan rekaman penahanannya itu.
Penulis kolom koran tersebut, Ghassan Sherbel, mengatakan, orang banyak tentu memberikan pendapat berbeda jika Saddam melawan ketika ditahan atau membunuh diri.
?Catatan sejarah tentu berbeda jika tentera Amerika membawa keluar mayat Saddam dan bukan seorang tahanan,? katanya.
Seorang penulis dalam koran itu, Abdel Wahab Badrakhan, juga mengatakan, kebanyakan penduduk Arab lebih suka jika mayat Saddam yang dibawa keluar seperti yang berlaku ke atas anak lelakinya, Uday dan Qusay, Julai lalu. (afp)