Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Oposisi Turki Merasa Terhina karena Wewenang PM Sekarang Sering Dikesampingkan Presiden

Ama Farah
Terakhir diupdate: 28 Oktober 2014 13:14 1:14 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 28 Oktober 2014 16:00
Bagikan
Kilicdaroglu, pemimpin oposisi terbesar di Turki.
Bagikan

Hidayatullah.com–Pemimpin oposisi terbesar Turki menyatakan merasa “terhina sebagai seorang politisi yang memperjuangkan demokrasi” melihat fakta di lapangan di mana wewenang Perdana Menteri Ahmet Davutoglu berulang kali dikesampingkan oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Berbicara pada hari Jumat 24 Oktober, pimpinan Partai Rakyat Republik (CHP) Kemal Kilicdaroglu menggambarkan sebuah negara di mana terjadi krisis pemerintahan, karena wewenang konstitusional banyak yang dilanggar oleh partai penguasa Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) selam 12 tahun berkuasa.

AKP sudah menjadi “negara”, bukannya sebuah partai yang menjalankan pemerintahan sebuah negara,” kata Kilicdaroglu dikutip Hurriyet.

“Davutoglu tidak mampu memerintah Turki. Keduanya baik perdana menteri dan presiden kosong. Kita tahu ada orang-orang yang menduduki posisi itu tetapi mereka tidak menjalankan tugasnya sebagaimana yang diatur oleh konstitusi,” kata Kilicdaroglu mengulangi kritikannya terhadap Presiden Erdogan yang sering melakukan intervensi politik.

“Perdana menteri menduduki badan eksekustif. Tetapi siapa yang ditelepon oleh para pemimpin negara asing? Mereka mengontak presiden dan melampaui Davutoglu. Mereka juga tahu bahwa Davutoglu tidak menjalankan negara ini, melainkan ada orang lain. Dia (Davutoglu) mungkin tidak merasa terhina karenanya, tetapi sebagai pemimpin dari oposisi utama di negara ini dan sebagai seseorang yang memperjuangkan demokrasi, saya merasa terhina karenanya,” tegas Kilicdaroglu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Selama ini di Turki jabatan pengendali dan kepala pemerintahan berada ditangan perdana menteri, sementara jabatan presiden hanya sebagai kepala negara yang tidak memiliki wewenang eksekutif untuk menjalankan dan mengatur pemerintahan.

Namun, sejak presiden Turki dipilih langsung oleh rakyat untuk pertama kalinya pada pemilu pertengahan tahun ini (sebelumnya presiden selalu dipilih oleh parlemen), banyak peran dan tugas yang biasa dilakukan perdana menteri langsung diambil dan dilakoni oleh Presiden Erdogan.

Semasa kampanye pemilihan presiden kemarin, Erdogan memang sering menyatakan bahwa dia akan mengubah peran presiden Turki jika menang pemilu, di mana di tangannya jabatan presiden akan lebih banyak berperan dalam pemerintahan dibanding selama ini yang hanya sebagai kepala negara.

Menanggapi pernyataan Erdogan kala itu, Abdullah Gul yang ketika itu masih menjabat sebagai presiden Turki yang juga pendiri partai Islam AKP, hanya mengatakan bahwa jabatan presiden di Turki adalah jabatan simbolis sebagai kepala negara dan bukan kepala pemerintahan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Syeikh Ikrimah: Jual Tanah Palestina pada Yahudi, Masuk Pengkhianatan Agama
Tulisan selanjutnya Membangun Industri Berbasis Wahyu

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha

Berita
5 Juni 2026 08:20
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?