Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

30 Guru Agama Dapat “Pendidikan Multikulturalisme” di Oxford

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 Desember 2014 14:19 2:19 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Desember 2014 14:19
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sebanyak 30 orang guru Pendidikan Agama Islam dari TK, SD, SMP, sampai SMA dari beberapa propinsi di Indonesia mengikuti program Pelatihan Pengayaan Teknik dan Metode Pengajaran Pendidikan Agama Islam yang diselenggarakan oleh University of Oxford, Inggris, dari tanggal 8-12 Desember mendatang.

Panitia Penyelenggara Shortcourse Metodologi bagi guru agama, Abdullah Hanif kepada Antara London, Senin sore mengatakan program pelatihan juga diikuti 10 perwakilan dari Kantor Wilayah Kementerian Agama dari Propinsi Aceh, Sumut, DKI Jakarta, Jabar, Jateng dan Jawa Timur serta Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara.

Dikatakannya selama mengikuti pelatihan para guru agama Islam bertemu dengan petugas Ofsted, (Office Standar Pendidikan) atau pengawas sekolah, dalam rangka mempelajari mekanisme monitoring dan pengawasan untuk memastikan kualitas kegiatan belajar mengajar pendidikan agama yang lebih baik.

Salah seorang peserta pelatihan Akhmad Khusaeri, guru pendidikan agama Islam di SD Islam Terpadu Nur Al-Rahman Kota Cimahi Jawa Barat Indonesia mengatakan program pelatihan sangat bermanfaat dalam , mendapatkan metodologi pembelajaran pendidikan agama yang reflektif, aktif, kreatif, efektif yang menyenangkan, serta metodologi pendidikan agama berwawasan multikultural dan demokratis.

“Saya senang bisa ikut dalam pelatihan yang di diselenggarakan tim pengajar dari MSc in Learning and Training (MLT) di Departemen Pendidikan, University of Oxford,” ujar Siti Naila Butsiani dari SMKN2 Cilaku Cianjur Jawa Barat dikutip Antara.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menurut Siti Naila Butsiani, tidak mudah untuk bisa mengikuti pelatihan karena banyak peminat yang ingin ikut dari 405 orang yang pelamar akhirnya yang terpilih hanya 30 orang.

Hal yang sama juga diakui Tati Pudjiani guru SMP I Purworejo Jawa Tengah yang merasa beruntung bisa ikut dalam pelatihan yang sangat menarik apalagi ada kunjungan ke beberapa sekolah di Oxford.

Pelatihan disampaikan melalui ceramah kelas, observasi ajaran pendidikan agama di sekolah-sekolah di sekitar Oxford, kunjungan ke tempat-tempat ibadah dan pertemuan dengan narasumber, termasuk Ofsted dan Asosiasi Sekolah Muslim Inggris.

Para guru diharapkan untuk belajar tentang model Inggris pengajaran -dengan penekanan pada diskusi kelas dan penilaian kritis- dan bagaimana hal ini dapat diterapkan dalam konteks Indonesia.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, yang memulai program ini menyebutkan The University of Oxford terpilih sebagai mitra untuk proses pembelajaran berdasarkan rekomendasi dari delegasi dari Indonesia Departemen Agama dan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang terkesan dengan desain pendidikan agama di Inggris. [Baca: Guru Agama yang Larang Muridnya Rayakan Natal bersama atau Valentine’s Day kena tudingan anti-Multikulturalisme]

Kunjungan ini merupakan bagian dari studi komprehensif tentang Pendidikan Agama di Sekolah, sebuah proyek oleh Depag Indonesia bekerjasama dengan analitis dan Kapasitas Program Pembangunan Kemitraan di Indonesia, disampaikan Kebijakan Oxford Management Limited.

“Saya berharap bahwa dengan mengekspos guru pendidikan agama Indonesia untuk keterampilan mengajar baru dan teknik, mereka akan mampu menciptakan generasi baru dari siswa kreatif dengan pikiran kritis,” katanya.

Selama di Oxford para peserta pelatihan akan mengadakan kunjungan dan observasi kegiatan pembelajaran di beberapa sekolah seperti ke sekolah Lord William School, St Gregory the Great School, Caterton Community College, Matthew Arnold School, Chipping Norton School, Cheney School untuk tingkat SMP dan SMA serta Church Cowley St James dan John Henry Academy untuk tingkat SD dan TK.*

Pelatihan yang merupakan progam Depag ini para guru diharapkan belajar pengajaran pendidikan agam model Inggris dengan penekanan diskusi dan penilaian kritis

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:agamaliberalismePendidikan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tiga Tentara Turki Ditembak Mati di Perbatasan dengan Suriah
Tulisan selanjutnya Syiah Dalam Perspektif Keindonesiaan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Berita
14 Juli 2026 14:52
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?