Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Perlakuan CIA Terhadap Tersangka Terorisme “Bukti Kejahatan Pemerintah Amerika Serikat”

Ahmad
Terakhir diupdate: 13 Desember 2014 12:19 12:19 pm
Ahmad
Dipublikasikan 13 Desember 2014 12:19
Bagikan
Dengan proyek "War On Terrorism" (WOT) merasa berhak memperlakukan siapa saja yang mereka anggap teroris
Bagikan

Hidayatullah.com- Menurut Direktur CIIA, Harist Abu Ulya, tindakan CIA (Badan Intelejen Amerika) memperlakukan terduga dan tersangka terorisme dalam bentuk rendisi (pengiriman tahanan tanpa proses hukum secara rahasia.red), penahanan dan interogasi merupakan sebuah bukti kejahatan luar biasa dan sangat biadab yang dilakukan oleh Pemerintah Amerika Serikat (AS) selama menggelar proyek “War On Terrorism” (WOT).

Pernyataan tersebut Ia sampaikan menanggapi laporan Komite Intelijen Senat AS terkait dengan kebrutalan CIA dalam memperlakukan pelaku terorisme periode tahun 2002 hingga 2007.

“Dunia semakin tahu, atas nama WOT Amerika Serikat merasa berhak memperlakukan siapa saja yang mereka anggap teroris (seperti jaringan al Qaida.red) dengan cara yang biadab dan sistemik,” ujar Harist dalam rilisnya kepada hidayatullah.com, Jum’at (12/12/2014).

Menurut Pemerhati Kontra-Terorisme hukum dan keadilan kini menjadi absurd dan memaksa dunia untuk mempercayai bahwa cara-cara brutal yang dilakukan CIA adalah legal.

Di sisi lain, lanjut Harist, AS sering kali tampil di depan dunia Islam khususnya dengan lantang menyuarakan akan pentingnya penghormatan dan penegakkan Hak Asasi Manusia (HAM).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Bahkan mereka bisa melakukan invansi militer di negara lain atas nama HAM,” tegas Harist.

Menurut Harist hal itu jelas menunjukkan sikap hipokrit (kemunafikan.red) yang sama sekali tidak bisa dibenarkan oleh siapa pun yang punya akal sehat.

Sementara itu, Harist menyampaikan jika AS termasuk 152 negara yang menandatangani Konvesi PBB menentang penyiksaan dan kekejaman lainnya.

Padahal, lanjut Harist, berdasarkan catatan laporan organisasi HAM-Open Society Justice (OSJI) ada 9 negara yang dipakai untuk program brutal dari CIA, 54 negara lainnya membantu penangkapan dan rendisi dengan modus deportasi dan salah satunya adalah Indonesia.

“Tercatat melalui Badan Intelejen Negara (BIN) Indonesia pernah menangkap beberapa nama yang dideportasi,” tutup Harist sambil menyampaikan sumber referensi data tersebut diambil dari buku As’ad Said Ali yang berjudul ‘al-Qaeda, Tinjauan Sosial Politik Ideologi dan Sepak Terjangnya’.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerikakekerasanteroris
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pimpinan Gereja Tolak Rencana Presiden Jokowi Hadiri Perayaan Natal di Papua
Tulisan selanjutnya MUI: Depag Harus Jadi Contoh, Bukan Buat Kegaduhan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?