Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Marxis Turki Batalkan Pengakuan sebagai Pelaku Bom Bunuh Diri di Sultanahmet

Ama Farah
Terakhir diupdate: 10 Januari 2015 07:37 7:37 am
Ama Farah
Dipublikasikan 10 Januari 2015 07:37
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sebuah kelompok kanan-jauh Turki hari Jumat (9/1/2015) menarik kembali pernyataannya yang berisi klaim bahwa mereka bertanggungjawab atas kasus bom bunuh diri yang diakukan seorang wanita di kantor polisi di kawasan wisata Sultanahmet, Istanbul, lansir Reuters.

Seorang wanita memasuki kantor polisi di distrik bersejarah Sultanahmet hari Selasa (6/1/2015), mengatakan dalam bahasa Inggris bahwa dia kehilangan dompet, sebelum akhirnya meledakkan diri sehingga seorang petugas polisi tewas dan seorang lainnya terluka.

Beberapa jam setelah kejadian itu, sebuah pernyataan dalam website milik Front-Partai Revolusi Pembebasan Rakyat (DHKP-C) yang beraliran Marxis-Leninis mengatakan bahwa anggota mereka yang melakukan peledakan tersebut.

Namun pada hari Jumat kemarin kelompok itu menarik pernyataannya, dengan mengatakan bahwa mereka melakukakan kesalahan sebab sebenarnya mereka sedang aktif merencakan sebuah serangan sendiri “yang kebetulan bersamaan dengan insiden Sultanahmet.” Tetapi kelompok militan Marxis yang dibentuk pada tahun 1978 itu tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai serangan yang direncanakannya itu. [Baca juga; Bom bunuh diri di kantor polisi Istanbul balas dendam untuk Berkin Elvan]

Koran-koran Turki pekan ini melaporkan bahwa pelakunya adalah seorang wanita Rusia yang sedang hamil dan dinas intelijen kepolisian sedang menyelidiki kemungkinan kaitannya dengan kelompok Al-Qaidah.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menteri Dalam Negeri Efkan Ala mengatakan polisi telah mengidentifikasi identitas pelaku, tetapi dia mengatakan tidak tepat jika dirinya memberikan penjelasan lebih lanjut soal itu.

DHKP-C memiliki kaitan akar dengan gerakan komunis di Turki yang aktif pada tahun 1970an. Kelompok itu sudah beberapa kali melakukan serangan dengan target aparat keamanan. Serangan terbaru dilakukan pada 1 Januari kemarin, ketika seorang pria melemparkan bom rakitan ke arah petugas kepolisian.

Serangkaian penangkapan di seluruh penjuru Turki dan Eropa selama sepuluh tahun terakhir secara signifikan telah melemahkan kelompok bersenjata itu. Namun, para pakar menilai kelompok Marxis itu masih menjadi ancaman serius.

Turki, Amerika Serikat dan Uni Eropa memasukkan DHKP-C ke dalam daftar organisasi teroris.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya India akan Gunakan Air Kencing Sapi untuk Bersihkan Gedung Pemerintah
Tulisan selanjutnya “Seandainya ‘La Tahzan’ Saya Tulis Setelah Mengunjungi Indonesia…”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?