Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bicara di Persidangan, Mursy Masih Menyebut Dirinya Presiden Mesir yang Sah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 19 Januari 2015 19:24 7:24 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 19 Januari 2015 15:04
Bagikan
Mantan Presiden Mesir Mohammad Mursy
Bagikan

Hidayatullah.com–Mantan presiden Mesir Muhammad Mursy hari Ahad (18/1/2015) berkesempatan melakukan pembelaan di persidangan untuk pertama kalinya sejak dilengserkan, di mana dia mengklaim tidak bersalah dalam dakwaan spionase dan menyebut dirinya masih sebagai presiden Mesir yang sah.

“Saya masih presiden yang sah negara ini, yang mendapat kekuasaan lewat pemilihan umum yang fair,” kata Mursy di Pengadilan Pidana Kairo dikutip Ahram Online.

Dalam kesempatan itu Mursy menegaskan kembali argumen yang sering dikemukakan pendukungnya, yang menyebut pelengserannya sebagai coup d’état (kudeta).

Berbicara selama dua jam dalam kasus spionase, Mursy mengenang saat-saat di mana dia ditahan oleh kepala pasukan penjaga istana Muhammad Zaki.

“Saya katakan padanya, ‘Apa kamu gila?’ Kamu (seharusnya) yang mendapat perintah dari saya,” kata Mursy.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam kasus spionase Mursy diadili bersama 35 orang lainnya. Mereka dituduh berkolaborasi dengan Hamas untuk melakukan aksi teror di dalam wilayah Mesir.

Mursy membantah tuduhan itu. Dia menegaskan bahwa laporan tim pencari fakta yang dikeluarkan atas permintaannya saat menjabat sebagai presiden tahun 2012, menunjukkan bahwa sebuah “entitas kekuasaan” yang berafiliasi dengan “pemimpin kudeta” terlibat dalam Pertempuran Unta, sebutan untuk salah satu kasus bentrokan yang terjadi ketika demonstrasi besar rakyat selama 18 hari menentang rezim Husni Mubarak.

Mursy mengatakan bahwa menurut kesaksian para pekerja di hotel-hotel yang menghadap ke arah Lapangan Tahrir, di mana bentrokan itu terjadi, menunjukkan orang-orang yang berada di atas atap adalah mereka yang memiliki kartu identitas dari “entitas” tersebut.

Presiden Mesir saat ini, Abdul Fattah Al-Sisi, pada masa itu merupakan kepala intelijen militer. Kemudian ketika dan selama Mursy menjabat sebagai presiden Al-Sisi diangkat sebagai menteri pertahanan.

Dalam persidangan Mursy juga menolak mengakui kewenangan majelis hakim untuk mengadili dirinya. “Anda bukan hakim-hakim saya dan ini bukan persidangan saya,” ujarnya. Meskipun demikian, dalam menyampaikan pernyataannya Mursy menampakkan penghormatan kepada majelis hakim

Menurut Mursy, alasan mengapa dirinya didepak dari kekuasaan adalah karena ketika itu parlemen yang mayoritas kursinya diduduki oleh politisi dari partai Islam (kebanyakan berasal dari partainya Al-Ikhwan, red), berseteru dengan pemerintah yang dipimpin oleh Kamal El-Ganzouri, salah satu tokoh terkemuka era Mubarak.

“El-Ganzouri mengatakan kepada El-Katatni [juru bicara perlemen (= pimpinan parlemen) yang merupakan tokoh Al-Ikhwan] …’ada sebuah pengajuan banding yang tersimpan di laci mahkamah konstitusi yang akan membubarkannya (parlemen),” kata Mursy menirukan perkataan El-Ganzouri.

Pada tahun 2012 majelis rendah parlemen dinyatakan oleh mahkamah harus dibubarkan, sebab proses pemilihan dalam pembentukannya tidak konstitusional. Majelis tinggi kemudian menyusul dibubarkan pada tahun 2013 sebagai bagian dari peta politik yang berujung pada pelengseran Mursy dari kursi kekuasaan.

Persidangan kasus spionase Mursy akan dilanjutkan pada 21 Januari.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tarik Dubesnya, Brasil dan Belanda Dinilai Tak Hormati Hukum Indonesia
Tulisan selanjutnya Baznas Mentargetkan Himpun Zakat Nasional Rp 4,2 Triliun

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?