Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bohong Soal Pengalaman Ditembak di Iraq, Penyiar Terpopuler NBC Amerika Dinonaktifkan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 11 Februari 2015 13:50 1:50 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 11 Februari 2015 13:50
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Seorang penyiar televisi terkemuka di Amerika Serikat, Brian Williams, dinonaktifkan selama 6 bulan oleh NBC karena berbohong soal pengalamannya ditembak saat berada di Iraq.

Lembaga penyiaran swasta Amerika itu mengatakan, Williams dibebastugaskan selama 6 bulan tanpa bayaran atas tindakannya yang “tidak dapat dimaklumi” tersebut.

Williams, penyiar televisi yang paling banyak ditonton pemirsa di Amerika, kerap membicarakan soal pengalamannya ditembaki saat naik helikopter di Iraq.

Namun, para veteran perang Iraq menyangkal cerita Williams itu.

Setelah ketahuan bahwa Williams jelas-jelas berbohong, penyiar TV paling populer itu pekan lalu meminta maaf di layar televisi atas kesalahannya, yang disebutnya terjadi karena “kabut dalam ingatannya”.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Saya keliru dalam mengingat-ingat kembali kejadian 12 tahun lalu,” kata Williams beralasan.

“Saya ingin meminta maaf. Saya mengatakan saya bepergian dengan sebuah pesawat terbang yang dihantam oleh tembakan RPG (granat berpendorong roket). Padahal saya berada di pesawat terbang di belakangnya,” kata Williams dikutip BBC Rabu (11/2/2015).

Presiden NBC News Deborah Turness mengatakan, Williams mengabarkan hal yang tidak benar tentang kejadian dari perang Iraq. Dan cerita itu telah disampaikan Williams dalam beberapa kali kesempatan berbeda.

“Ini adalah (perbuatan) salah dan sama sekali tidak pantas bagi seseorang yang berada di posisi Brian,” kata Turness mengomentari tentang cerita bohong yang disampaikan anak buahnya itu di layar TV.

Williams meminta maaf setelah beberapa veteran perang Iraq yang berada di atas helikopter yang ditembak RPG itu membantah cerita versi penyiar berita NBC tersebut.

Salah seorang dari veteran itu, Flight Engineer Lance Reynolds menulis, “Sorry Bung. Saya tidak ingat kalau kamu ada di atas kapal terbang saya. Saya ingat betul kamu berjalan menghampiri sekitar satu jam setelah kami mendarat untuk bertanya kepada saya tentang apa yang telah terjadi.”

Hari Selasa (10/2/2015), CEO NBC Universal Steve Burke dalam pernyataannya mengatakan Williams “telah mempertaruhkan kepercayaan yang telah diberikan jutaan orang Amerika kepada NBC News.”

Burke menegaskan bahwa Williams pantas untuk diberi sanksi berat berupa pembebasan sementara dirinya dari pekerjaannya sebagai penyiar.

NBC mengatakan sedang mengkaji tentang kasus kebohongan Williams tersebut.

Reporter BBC di Washington Rajini Vaidyanthan mengatakan bahwa kredibilitas Williams sudah rusak parah dan beredar spekulasi tentang apakah penyiar paling populer di Amerika itu bakal kembali tampil di layar kaca.

Pertanyaan lain juga muncul tentang Williams saat meliput bencana alam badai Katrina 2005, di mana seorang petugas kesehatan membantah pengakuan Williams yang menyatakan dirinya terkena disentri setelah meliput peristiwa itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bachtiar Nasir: Ada yang Tidak Jujur Dalam Tim Editor Hasil Komisi Rekomendasi KUII Ke-VI
Tulisan selanjutnya KPAI Sayangkan Masifnya Penjualan Coklat Bonus Kondom

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Terbaru

  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?