Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Anti-Islam dan Anti-Rasisme di Australia Bentrok

Ama Farah
Terakhir diupdate: 5 April 2015 20:50 8:50 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 5 April 2015 20:50
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Para demonstran dari dua kelompok yang saling bertentangan, anti-Islam dan anti-rasisme, di Australia bentrok.

Sejumlah orang dilaporkan terluka dan ditangkap di Melbourne, tempat di mana kerusuhan dalam unjuk rasa oleh kelompok Reclaim Australia terjadi.

Reclaim Australia adalah kelompok yang menuduh terjadi islamisasi terhadap negeri kangguru. Mereka menggelar unjuk rasa anti-Islam seantero Australia.

Tuntutan kelompok anti-Islam itu, yang di antaranya agar diberlakukan larangan cadar, telah mengundang kemarahan dari kelompok lawannya.

Polisi berusaha keras memisahkan kedua kelompok tersebut, lapor Euronews Sabtu (4/4/2015).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kami di sini untuk berunjuk rasa membela hak setiap orang untuk hidup di sini,” kata seorang pemuda yang tergabung dalam demonstran anti-rasisme.

“Mereka punya masalah dengan orang-orang ini yang mereka tidak pahami. Mereka hanya takut terhadap orang-orang itu (pendatang, red) dan sebagai orang Australia kita seharusnya menyambut pendatang,” kata seorang wanita pengunjuk rasa dari kelompok anti-rasisme.

Reclaim Australia membantah kelompoknya rasis terhadap Muslim. Tetapi faktanya, kritik, retorika-retorika kelompok itu dan pesan yang disampaikannya provokatif.

“Tujuh islamis berencana untuk meledakkan Melbourne Cricket Ground pada hari pertandingan final,” kata penyelenggara demonstrasi dari Reclaim Australia, Shermon Burgess, kepada para pendukungnya di kota Sydney. Burgess merujuk pada kasus tahun 2005.

“Jika saja mereka berhasil (ketika itu), mereka sudah membunuh ribuan orang laki-laki, perempuan dan anak-anak. Salah satu dari orang-orang yang terlibat telah hidup 19 tahun di Australia dari tunjangan kesejahteraan,” imbuhnya.

Meskipun basah kuyup karena hujan, para demonstran di kota Sydney itu bersikukuh membela apa yang mereka sebut sebagai nilai-nilai tradisional Australia.

Mereka berunjuk rasa di dekat Lindt Cafe di mana seorang pria yang mengatasnamakan Islam melakukan serangan mematikan Desember 2014. Pelaku kemudian di ketahui sebagai seorang penganut Syiah, imigran asal Iran bernama Mon Haron Monis. Pria kelahiran 1964 di Boroujerd, Iran itu akhirnya ditembak mati oleh aparat setelah berjam-jam menyandera pelanggan kafe. Dia memiliki berbagai macam nama alias, termasuk Ayatullah Manteghi Boroujerdi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Akal Badui Vs Akal Imam Abu Hanifah
Tulisan selanjutnya Mancari Ilmu Saat Hari Raya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?