Hidayatullah.com- Dua perwira militer yang tertangkap Gerakan Perlawanan Rakyat Yaman hari Sabtu (11/04/2015) di kota Aden, Yaman diduga berasal dari pasukan Garda Revolusi Iran.
Dua pejabat militer tersebut diketahui bekerja sebagai penasehat pemberontak Syiah Al-Hautsi (Syiah Al-Houthi) selama peperangan di Yaman.
Tiga faksi lokal anti-Houthi di Kota Aden mengatakan, salah satu dari dua perwira yang ditangkap berpangkat kolonel sementara yang lain berpangkat kapten, mereka ditangkap di dua daerah berbeda di dalam kota Aden.
“Penyelidikan awal menunjukkan mereka berasal dari pasukan Quds Garda Revolusi Iran dan mereka bekerja untuk Al-Hautsi,” terang Tiga Faksi Anti-Hautsi sebagaimana dikutip alriyadh.com.
Ketiga faksi lokal anti-Hautsi juga mengatakan bila benar dua orang tersebut adalah petugas dari Garda Revolusi Iran tentu akan semakin memperburuk ketegangan di Yaman selatan.
“Situasi di lokasi penangkapan sudah aman dan mereka berdua akan diserahkan ke pihak Aashifatul Hazm (Badai Penghancur) untuk penanganan selanjutnya,” tutup tiga faksi lokal anti-Hautsi tersebut.
Sebelum ini, Gerakan Perlawanan Rakyat di Yaman hari Sabtu menangkap dua perwira Iran yang memimpin operasi militer pemberontak Syiah Al-Hautsi (Syiah Al Houthi) dan mantan presiden Ali Abdullah Saleh di kota Aden, Yaman. [Baca: Gerakan Perlawanan Rakyat di Yaman Tangkap Dua Perwira Iran]
Menurut laporan yang dikutip oleh Jordan News Agency, pasukan gerakan perlawanan rakyat menangkap dua perwira Iran ini pintu masuk Mualla, kota Aden di Yaman selatan.
Berdasarkan dokumen yang mereka bawa, perwira yang berpangkat Letnan bernama Shahbour sedangkan yang berpangkat Kapten bernama Asif Zadeh, demikian dikutip laman rassd.com.
Perlu dicatat kedua perwira Iran tersebut, memimpin operasi militer dibawah komando Ali Abdullah Saleh dan miliri pemberontak Syiah Al-Hautsi.
Namun pihak Teheran membantah keras pihaknya memberikan dukungan militer bagi pemberontak Al-Hautsi sehingga mereka mampu bergerak ke selatan setelah menguasai Ibu Kota Yaman Sana’a dan berani melawan serangan udara Arab Saudi dan koalisinya dalam operasi militer Aashifatul Hazm.*/Muhammad Dinul Haq