Hidayatullah.com—Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raajiiun. Telah berpulang, Sayyid Abbas bin Alawi Al-Maliki, pada hari Selasa (14/04/2015) dini hari ini 03.00 (waktu Makkah).
Kabar ini merebak secara cepat melalu jejaring sosial dan grup WhatsApps melalui murid-murid dan para santri yang pernah bermukim di Makkah.
“Ya benar. Kami menerima kabar itu ba’da Subuh dari alumni. Terus kita konfirmasi langsung ke Makkah,” demikian Sekretaris Hai’ah Ash-Shofwah, Kamal Muhlis membenarkan kepada hidayatullah.com.
Menurut Kamal Muhlis, kabar yang ia terima, Syeikh Abbas pada Senin malam sempat dirujuk ke rumah sakit.
“Beliau dimakamkan hari ini di Ma’la, setelah dishalatkan terlebih dahulu di Masjidil Haram,” demikian keterangan Kamal Muhlis.
Seperti diketahui, Hai’ah Ash Shofwah adalah perkumpulan murid-murid Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki Al-Hasani yang didirikan 5 Maret 2003 dan kini sudah memiliki 22 niqobah (kantor cabang) dengan jumlah anggota tersebar di seluruh Indonesia.
Syeikh Sayyid Abbas bin Sayyid Alawi Al-Maliki adalah saudara kandung Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki, seorang ulama dan muhadits yang memiliki banyak murid di Indonesia.
Lahir di kota suci Makkah Al-Mukarromah pada tahun 1368 H, Syeikh Abbas bernama lengkap Syeikh Sayyid Abbas bin Sayyid Alawi bin Sayyid Abbas bin Sayyid Abdul Aziz al-Maliki al-Idris al-Hasani al-Makki.
Terlahir dan dibesarkan oleh seorang ayah yang alim pemimpin Ahli Bait di Kota Makkah, pembesar Bait Alawi yang disegani oleh pemerintah dan semua orang, pengajar di Masjidil Haram dan ulama besar yang dikagumi oleh masyarakat Makkah ketika itu.
Sayyid Abbas dikenal memiliki sifat tawadhu’, rendah hati, mudah senyum dan suka membantu orang yang kesulitan.
Ulama yang digelari sebagai Bulbul Makkah ini dikenal memiliki suara yang bagus dan pandai bersyair. Semasa hidup membangun pusat pendidikkan di Makkah al-Mukarramah, serta memiliki majelis Dalailul Khairat dan Majelis Burdah pelajarnya terdiri dari pelajar asrama yang datang dari Indonesia, juga pelajar luar asrama yang tinggal di Kota Makkah. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu ‘anhu.*