Hidayatullah.com—Pemerintah Mesir hari Selasa (31/01/2012) mengatakan bahwa angka kemiskinan di negara itu naik menjadi 25,2 persen dari total populasi pada 2010-2011.
Pengumuman itu disampaikan oleh Mayjen Abu Bakar al-Gendy, ketua Badan Pusat Mobilisasi Publik dan Statistik saat konferensi pers tentang laporan pendapatan, pengeluaran dan konsumsi tahun 2010-2011.
Meskipun angka kemiskinan lebih tinggi dibanding tahun 2008-2009 yang mencapai 21,6 persen, namun menurut Al-Gendy kemiskinan “ekstrim” menurun dari 6,1 persen pada tahun 2008-2009 menjadi 4,8 persen pada 2010-2011.
Menurut Gendy, garis kemiskinan Mesir adalah LE256 perorang perbulan, atau LE8,5 perhari. Sementara kemiskinan ekstrim LE171,5 perorang perbulan atau LE5,7 perhari.
Hasil penelitian menunjukkan, disparitas kemiskinan berdasarkan wilayah naik menjadi 51,4 persen di daerah perkotaan di wilayah Mesir Atas, dibanding 43,7 persen pada tahun 2008-2009. Sementara di daerah pedesaan Mesir Atas naik menjadi 29,5 persen dari 21,7 persen di tahun 2008-2009.
Di daerah perkotaan Delta Nil, angka kemiskinan naik dari 116,7 persen tahun 2008-2009 menjadi 17 persen. Di pedesaan Delta Nil kemiskinan naik dari 7,3 persen tahun 2008-2009 menjadi 10,3 persen.
Di kalangan lulusan universitas, kemiskinan juga nik dari 4,7 persen pada 2008-2009 menjadi 6,5 persen pada 2010-2011. Sementara di kalangan buta huruf, angkanya naik dari 31,8 persen menjadi 36,4 persen pada periode yang sama. Demikian dilansir Al Mishry Al Yaum.*