Hidayatullah.com—Maskapai penerbangan terbesar di Eropa, Lufthansa, yang terus mengalami berbagai gejolak dalam perusahaannya, akan mengambil sejumlah langkah guna mengurangi bebannya termasuk dengan mematikan maskapai Germanwings.
Dilansir Euronews Selasa (6/5/2015), Lutfhansa pada kwartal pertama tahun 2015 ini mengalami kerugian, sementara perselisihan masalah gaji dan pensiun para pegawainya belum terselesaikan.
Lufthansa semakin mendapatkan tekanan setelah penyelidikan kecelakaan pesawat Germanwings di Pegunungan Alpen bulan Maret lalu, yang menewaskan ratusan orang, ternyata disebabkan oleh tindakan sengaja pilotnya yang mengalami tekanan jiwa. Parahnya, Lufthansa yang menyelenggarakan pelatihan bagi semua pilot yang bekerja untuk maskapai penerbangan yang dikelolanya, mengetahui bahwa co-pilot Andreas Lubitz sejak masa pelatihan sudah mengalami depresi.
Sejumlah langkah penghematan dengan memangkas beban-beban perusahaan akan diambil oleh Lufthansa, termasuk di antaranya melenyapkan Germanwings dan menggantikannya dengan Eurowings, yang sudah beroperasi sejak tahun 1994.
Beberapa tahun belakangan maskapai penerbangan Eropa harus berjuang keras menghadapi persaingan dari maskapai penerbangan yang menawarkan harga tiket lebih murah tetapi dengan pelayanan baik, yang kebanyakan berbasis di Timur Tengah.*