Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pengadilan Banding di AS Bolehkan YouTube Tayangkan Film Anti-Islam “Innocence of Muslims”

Ama Farah
Terakhir diupdate: 19 Mei 2015 09:06 9:06 am
Ama Farah
Dipublikasikan 19 Mei 2015 09:06
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Google Inc sebagai pemilik YouTube tidak diharuskan menyingkirkan film anti-Islam yang melecehkan Nabi Muhammad sebagai seorang pedofil berjudul “Innocence of Muslims” (IoM) dari situs berbagi videonya, demikian menurut keputusan salah satu pengadilan banding di Amerika Serikat hari Senin (18/5/2015), lapor Reuters.

Gugatan agar YouTube tidak menayangkan film pelecehan terhadap Islam dan Nabi Muhammad itu diajukan oleh salah seorang pemeran wanita yang terlibat dalam pembuatannya, dengan alasan dia merasa tertipu dan ditipu oleh produser film tersebut.

Cindy Lee Garcia, salah seorang pemeran dalam IoM, merasa tertipu oleh produsernya setelah potongan dari adegan dalam IoM yang ditampilkan di YouTube mengundang kecaman luas dari masyarakat Muslim di seluruh dunia. Wanita itu mengatakan dirinya melakukan pengambilan gambar untuk film lain, tetapi potongannya kemudian diselipkan dalam IoM dan dialognya disulih suara dengan kalimat berbunyi, “Apakah Muhammad-mu adalah orang yang suka mencabuli anak-anak?”

Garcia mengatakan dirinya mendapatkan ancaman mati akibat film tersebut.

Kasus itu menimbulkan pertanyaan apakah para aktor dan aktris dalam sebuah film memiliki hak cipta individual atas penampilannya dalam film yang diperaninya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Panel yang terdiri dari 11 hakim di pengadilan banding 9th Circuit Court of Appeals di San Francisco itu menyatakan simpatinya terhadap Garcia, tetapi menegaskan bahwa posisinya dalam masalah tersebut tidak memiliki pijakan hukum yang kuat.

Sementara itu Google mengatakan sejak lama yakin keputusan pengadilan sebelumnya, yang melarang IoM ditayangkan di YouTube, telah melanggar undang-undang hak cipta.

Twitter, American Civil Liberties Union (ACLU) dan lainnya mendesak pengadilan banding 9th Circuit untuk memihak kepada Google.

Twitter beralasan bahwa undang-undang hak cipta tidak mengharuskan penyedia layanan untuk memantau semua pelanggaran yang mungkin terjadi. Sementara ACLU berdalih publik memiliki hak untuk mengakses dan menonton video yang menjadi pusat perhatian perdebatan di masyarakat.

Film IoM dibuat oleh seorang imigran asal Mesir penganut Kristen Koptik bernama Nakoula Basseley Nakoula alias Sam Bacile yang sudah lama menetap di Amerika. Dia ditangkap oleh aparat keamanan AS setelah IoM mengundang aksi protes yang meluas, tetapi bukan karena melecehkan Islam melainkan karena melanggar pembebasan bersyaratnya (dia sebelumnya dihukum karena kasus pidana lain, red). Jaksa mengatakan Nakoula melanggar pembebasan bersyaratnya antara lain karena menggunakan nama alias.

Pada Nopember 2012 Nakoula mengaku bersalah atas 4 dakwaan dan divonis penjara 1 tahun dan 4 tahun pembebasan di bawah pengawasan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dilarang TNI, Warga Tetap Galang Dana Pengungsi Rohingya di Aceh
Tulisan selanjutnya SBY Kecam Penelantaran Pengungsi Rohingnya, Minta Myanmar Tidak Lepas Tangan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?