Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Myanmar Tolak Disebut Diskriminatif, Tuduh Pengungsi Rohingya Manfaatkan Situasi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 5 Juni 2015 09:06 9:06 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Juni 2015 09:06
Bagikan
Pengungsi Rohingya: Tak diakui di negerinya, terlunta-lunta di lautan
Bagikan

Hidayatullah.com–Menteri Luar Negeri Myanmar Wunna Maung Lwin hari Kamis menuduh sebagian besar dari ribuan pengungsi Rohingya yang merapat di pesisir negara-negara Asia Tenggara merupakan kaum miskin Bangladesh.

Pernyataan ini sekaligus mengisyaratkan penyangkalan Myanmar atas tuduhan yang disematkan pada negaranya.

Maung Lwin mengatakan, kondisi negara bagian Rakhine—tempat sekitar 140.000 kelompok Muslim Rohingya bertahan di kamp-kamp tanpa status kewarganegaraan—bukanlah “akar penyebab” migrasi.

Sesudah pelumpuhan jaringan penyelundup manusia di Thailand, ribuan kelompok Muslim Rohingya dan Bangladesh ditelantarkan di atas perahu. Penyelundup yang ketakutan ditangkap petugas patroli lari dari perahu, membiarkan pendatang terombang-ambing tak tentu di tengah laut.

Maung Lwin menuding migran yang telah diselamatkan di beberapa negara Asia Tenggara turut “memanfaatkan situasi di negara bagian Rakhine.” Menurutnya, pendatang berpura-pura berasal dari Myanmar.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Mereka tidak lari akibat penganiayaan maupun berasal dari Myanmar, katanya dalam pengarahan di depan diplomat dan media. Sebaliknya, masih menurut Maung Lwin, sebagian besar pendatang berasal dari Bangladesh. Mereka bermigrasi demi mencari peluang kerja yang lebih baik.

Tanggapan Maung Lwin menggarisbawahi penyangkalan Myanmar akan apa yang, seperti banyak kelompok sebut, sebagai kebijakan sistematis terkait diskriminasi terhadap Rohingya. Di negara bagian Rakhine, status kewarganegaraan kelompok Rohingya ditolak pemerintah Myanmar. Demikian pula hak mereka untuk berpindah tempat.

Beberapa negara sedunia termasuk Amerika Serikat (AS) mendesak Myanmar lekas memperbaiki kondisi di Rakhine. Mereka juga meminta Myanmar segera memberikan hak kewarganegaraan kepada sekitar 1,1 juta kelompok minoritas Muslim Rohingya di teritori mereka.

“Kelompok Rohingya terdiskriminasi di bawah mereka yang mayoritas. Karena itulah mereka lari,” ujar Presiden AS Barack Obama dikutip laman IndoSWJ.com.

Obama secara khusus mendesak Myanmar lekas mengakhiri kondisi ini.

Pekan ini Myanmar membawa pulang sebuah perahu bermuatan lebih dari 700 migran. Sekitar 100 di antara mereka adalah anak-anak. Mereka merapat di Rakhine sesudah bertemu petugas patroli di lepas laut pesisir.

Maung Lwin mengatakan pemerintahannya tengah memukimkan orang-orang yang kini tinggal di kamp Rakhine. Sejauh ini Myanmar sudah memukimkan 2.000 pengungsi internal. Dalam beberapa bulan mendatang, kata Maung Lwin, Myanmar bakal memukimkan antara 4.000 dan 5.000 lainnya. Ia tak menjabarkan apakah mereka adalah kelompok Rohingya, ataukah dari etnis lain.

Myanmar selama ini menyebut kelompok Rohingya sebagai “orang Bengali,” lantaran menganggap mereka bermigrasi secara ilegal dari Bangladesh.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bangladeshdiskriminasietnis Muslim RohingyaMenteri Luar Negeri MyanmarmyanmarPengungsi RohingyaRakhineWunna Maung Lwin
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pakar Pendidikan Australia: Materi Pornografi Internet Banyak Jadi Guru Seks Anak Muda
Tulisan selanjutnya Kandungan Timah Tinggi, New Delhi Larang Mie Buatan Nestle

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Berita
18 Juli 2026 10:26
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Mantan Pemimpin Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Wafat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?