Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

MERS Mewabah Korea Selatan Tutup Hampir 2.000 Sekolah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 8 Juni 2015 11:45 11:45 am
Ama Farah
Dipublikasikan 8 Juni 2015 11:45
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemerintah Korea Selatan memerintahkan penutupan hampir 2.000 sekolah di seluruh penjuru negeri guna mencegah penyebaran virus Middle East Respiratory Syndrome (MERS).

Kementerian Kesehatan Korsel hari Senin (8/6/2015) melaporkan adanya 23 kasus infeksi baru, sehingga total menjadi 87. Enam orang sampai saat ini telah meninggal dunia dalam wabah kali ini.

Korsel menjadi negara kedua kasus infeksi MERS terbanyak di dunia setelah Arab Saudi, menurut data statistik European Centre fo Disease Prevention and Control.

Guna meredam kekhawatiran publik dan orangtua, 1.869 sekolah di seluruh penjuru negeri ditutup Senin ini, kata Kementerian Pendidikan, lapor Aljazeera.

Sampai hari Ahad kemarin sudah lebih dari 2.300 dikarantina.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Wakil Perdana Menteri Choi Kwung-hwan mengatakan tidak ada alasan untuk meyakini virus MERS akan menyebar ke seluruh bagian negeri.

“Sejauh ini semua kasus MERS sudah ditangani rumah sakit, dan tidak ada kasus infeksi lagi di masyarakat. Kami kira kita punya kesempatan untuk mengatasi wabah ini,” kata Choi.

Pasien MERS yang meninggal dunia terakhir kali ada seorang pria berusia 80 tahun, yang dinyatakan positif setelah menjalani tes ketika dirawatdi rumah sakit karena pneumonia.

Virus MERS belum ada penangkalnya. Para ahli mengatakan penyebaran virus terjadi karena kontak langsung dengan penderita dan bukan melalui udara.

Kasus MERS ditemukan tahun 2012 dan kebanyakan di wilayah Arab Saudi. Bibt penyakitnya termasuk golongan coronavirus, seperti halnya virus flu dan SARS. Virus MERS dapat menimbulkan demam, gangguan pernafasan, pneumonia dan gagal ginjal. Virus menyebar utamanya lewat kontak dengan hewan unta, tetapi bisa juga menyebar lewat cairan tubuh manusia atau tetesan air.

Pejabat terkait mengatakan pasien pertama MERS di Korsel diketahui orang yang datang dari Arab Saudi pada awal Mei.

Menurut data WHO kasus di Korsel menambah jumlah infeksi MERS global menjadi 1.236, yang mana sedikitnya 445 orang tewas akibat terinfeksi virus tersebut.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bercadar, Jagoan Balap Kuda
Tulisan selanjutnya Negeri Tidak Akan Makmur Selama Perzinahan Masih Merajalela

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Berita
15 Juli 2026 21:36
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?