Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Seorang Ibu Gugat Pemerintah Prancis karena Tak Cegah Putranya Gabung Militan Suriah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 10 Juni 2015 01:08 1:08 am
Ama Farah
Dipublikasikan 9 Juni 2015 22:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang ibu menggugat pemerintah Prancis ke pengadilan hari Selasa (8/6/20150 karena gagal mencegah putranya yang masih remaja pergi menuju Suriah untuk bergabung dengan militan di sana.

Anak laki-laki itu, yang hanya disebutkan dengan inisial “B”, usianya 16 tahun ketika pergi bersama tiga orang lainnya dari kota Nice di selatan Prancis pada 27 Desember 2013.

Remaja yang baru masuk Islam itu terbang menuju Turki sebelum melanjutkan perjalanan lewat darat ke Suriah. Ibunya, yang belum lama ini berbicara dengannya lewat telepon, mengatakan putranya masih berada di Suriah.

Pengacara keluarga tersebut, Samia Maktouf, mengatakan Turki dikenal sebagai rute untuk memasuki Suriah.

“Polisi telah melakukan kesalahan yang sangat parah … mengingat ini berkaitan dengan seorang anak yang pergi sendirian, yang hanya memiliki tiket sekali jalan ke Turki tanpa membawa koper,” kata Maktouf seperti dikutip AFP.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Si ibu menuntut kompensasi sebesar 110.000 (sekitar 1,6 milyar) untuk dirinya dan ketiga anaknya yang lain.

“Bukan uang yang kami cari, tetapi yang kami ingin agar diketahui adalah bahwa sebuah kesalahan telah dilakukan. Kepergian anak-anak kecil untuk berjihad harus dihentikan,” kata Maktouf.

Kementerian Dalam Negeri menulis surat kepada keluarga itu, isinya mengatakan bahwa kementerian tidak bertanggungjawab perihal itu karena anak laki-laki tersebut tidak sedang dalam penyelidikan dan tidak ada dasar hukum untuk mencegah kepergiannya.

Prancis memiliki populasi Muslim terbesar di Eropa dan kebanyakan orang asing yang berangkat perang ke Timur Tengah berasal dari negara itu. Pemerintah memperkirakan sekita 500 warganegara atau penduduk Prancis yang saat ini ambil bagian dalam konflik di Suriah.

Tahun lalu beberapa anak berhasil dicegah kepergiannya, tetapi biasanya karena ada informasi dari pihak keluarga.

Pemerintah Prancis belum lama ini meloloskan undang-undang yang memperbolehkan pihak berwenang menyita kartu identitas dan paspor dari para tersangka yang berusaha bergabung dengan kelompok militan.

Ibu dari B mengatakan dia mengetahui putranya bermaksud untuk pergi ke Suriah hanya beberapa hari sebelum anak lelakinya itu menghilang dari anak-anak lain yang tinggal satu komplek perumahan dengannya. Wanita itu baru melaporkan ke polisi setelah putranya menghilang sekitar 24 jam.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ibu Muslim Ini Ditendang, Dipukul Hanya Karena Berjilbab
Tulisan selanjutnya Mencintai Ahlul Bait Rasulullah adalah Ciri Ahlus Sunnah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Berita
4 Juni 2026 21:20
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?