Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mantan Menteri Luar Negeri Pangeran Saud Al-Faisal Wafat

Ama Farah
Terakhir diupdate: 10 Juli 2015 04:42 4:42 am
Ama Farah
Dipublikasikan 10 Juli 2015 04:42
Bagikan
Pangeran Saud Al-Faisal, menjabat menteri luar negeri Arab Saudi selama 40 tahun.
Bagikan

Hidayatullah.com—Mantan menteri luar negeri Arab Saudi Pangeran Saud Al-Faisal meninggal dunia, dua bulan setelah mengundurkan diri dari jabatan yang diembannya selama 40 tahun.

Kepada Aljazeera seorang pejabat tinggi Saudi dari kementerian informasi hari Kamis (9/7/2015) mengatakan bahwa Pangeran Saud telah wafat dan pernyataan resmi akan dikeluarkan segera.

Pangeran Saud, yang diangkat sebagai menteri luar negeri pada tahun 1975, merupakan orang yang menjabat sebagai menteri luar negeri terlama di dunia. Dia baru digantikan pada bulan April 2015 oleh Adel Al-Jubeir, yang sebelumnya menjadi duta besar Saudi untuk Amerika Serikat.

Selama masa jabatannya, Pangeran Saud menyaksikan invasi Zionis Israel atas Libanon tahun 1978, 1982 dan 2006, Intifadah pertama di Palestina 1987 dan kedua tahun 2000, invasi Iraq ke Iran tahun 1980 dan ke Kuwait tahun 1990, serta pendudukan Iraq oleh pasukan Amerika Serikat dan negara-negara Barat yang menjadi sekutunya di tahun 2003.

Pangeran Saud bekerja di bawah kepemimpinan 4 raja Arab Saudi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dia memimpin pengambilan keputusan dan kebijakan luar negeri Arab Saudi, terutama pascaserangan 9/11 tahun 2001. Dia juga mengambil peran penting dalam upaya Saudi meredam pengaruh Syiah Iran di kawasan Timur Tengah, termasuk pengaruh Syiah dalam konflik di Suriah saat ini.

Ketika tahun 2012 ditanya tentang ide memberikan senjata kepada kelompok-kelompok penentang rezim Syiah Suriah pimpinan Basahar Al-Assad yang didukung kelompok teroris Syiah asal Libanon, Hizbullah, serta pemerintah Syiah Iran, Pangeran Saud mengatakan bahwa itu “merupakan ide yang sangat bagus.”

Pangeran Saud, salah satu putra dari Raja Faisal, dilahirkan tahun 1940 di Taif, dekat Makkah.

Pada tahun 1989 Pangeran Saud membantu terselenggaranya negosiasi damai yang mengakhiri perang saudara di Libanon selama 15 tahun.

Pangeran Saud merupakan lulusan Universitas Princeton tahun 1960-an. Selanjutnya dia bekerja selama beberapa tahun di kementerian perminyakan dan mendapat gemblengan dari Ahmad Zaki Yamani, menteri perminyakan yang dikenal tegas dan kharismatik di era Raja Faisal.

Karir diplomatik Pangeran Saud dimulai dengan suasana traumatis ketika raja yang baru ketika itu, Pangeran Khalid, menunjuknya sebagai menteri luar negeri menyusul pembunuhan atas ayahnya, Raja Faisal, yang tetap memegang jabatan menteri luar negeri ketika diangkat menjadi raja pada tahun 1962.

Di lingkungan diplomatik Pangeran Saud dikenal sebagai sosok yang disegani. Dia sering digambarkan sebagai seorang pemimpin kharismatik, yang tidak sungkan berbicara kepada para wartawan, serta memiliki selera humor yang baik.

Seiring dengan pertambahan usia, Pangeran Saud mengalami gangguan kesehatan. Di tahun-tahun terakhir hidupnya dia dikabarkan mengalami sakit punggung yang parah, menjalani beberapa kali pembedahan, sementara dirinya tetap menjalani tugas-tugasnya di pemerintahan.

Ketika Amerika Serikat dan sekutunya menginvasi Iraq dan menggulingkan pemerintahan Saddam Hussein tahun 2003 lalu menyerahkan kekuasaan kepada politisi Syiah di negeri 1001 malam itu melalui rekayasa pemilu, Pangeran Saud dalam wawancara dengan salah satu stasiun televisi Inggris berkata, “Jika perubahan rezim dilakukan dengan cara menghancurkan Iraq, maka kalian memecahkan satu masalah dengan menciptakan lebih banyak masalah.”

Tahun 2002, di era Raja Abdullah, Pangeran Saud meluncurkan inisiatif terbesar kebijakan luar negeri Saudi, yaitu sebuah rencana perdamaian Arab dengan Israel, dengan syarat Zionis angkat kaki dari seluruh wilayah Palestina yang didudukinya serta masalah pengungsi Palestina diselesaikan.

Zionis Israel tidak pernah setuju dengan rencana itu, dan Pangeran Saud seringkali mengatakan bahwa kegagalannya dalam membantu terwujudnya sebuah negara Palestina merupakan penyesalan terbesar selama karirnya.

Mengkonfirmasi pertanyaan media tentang kabar kematian pamannya, lewat Twitter Saud Muhammad Al-Abdullah Al-Faisal mengatakan, “Semoga Allah menempatkannya di surga.” Aamiin.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Negara Teluk Setuju Kenaikan Pajak Tembakau
Tulisan selanjutnya Jumlah Pengungsi Resmi Suriah Tembus Angka 4 Juta

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?