Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bos Pentagon: Amerika Serikat Tidak akan Angkat Kaki dari Afghanistan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 15 Oktober 2015 13:37 1:37 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 15 Oktober 2015 13:37
Bagikan
Tentara Amerika Serikat di Afghanistan
Bagikan

Hidayatullah.com—Menteri Pertahanan Amerika Serikat Ashton Carter hari Rabu (14/10/2015) mengindikasikan bahwa Amerika Serikat akan tetap mempertahankan keberadaan pasukan militernya di Afghanistan pasca 2016.

Berdasarkan rencana yang ada saat ini, Amerika Serikat akan menarik sebagian besar pasukannya pada akhir 2016 dari sekitar yang ada saat ini 10.000 menjadi sekitar 1.000 personel.

Menyuarakan ulang apa yang pernah dikatakannya dalam pertemuan NATO pekan lalu di Brussel, Belgia, Carter mengatakan bahwa penting bagi Amerika Serikat untuk “memformulasikan opsi-opsi untuk tahun 2016 dan setelahnya, dan membuat penyesuaian-penyesuaian berdasarkan pada keadaan saat ini perihal kehadiran AS [di Afghanistan] yang sudah terencana.”

Pemerintahan Presiden Obama menghadapi hujan kritik atas rencana penarikan pasukan AS dari Afghanistan. Para penentangnya mengatakan tindakan itu (penarikan pasukan) justru akan mengakibatkan Afghanistan semakin menjadi bulan-bulanan serangan Taliban.

Perubahan rencana tentang keberadaan pasukan AS dan NATO dilakukan menyusul serangan Taliban beberapa waktu lalu, yang berhasil menguasai kota Kunduz. Pasukan Afghanistan yang dilatih AS dan NATO mengklaim telah berhasil menguasai kembali kota itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Penting untuk mengatakan hal ini karena narasi yang menyebutkan bahwa kita meninggalkan Afghanistan itu berarti mengaku kalah sendiri,” kata Carter dalam sebuah pertemuan militer AS di Washington seperti dikutip AFP.

“Kita tidak, kita tidak boleh, dan melakukan hal itu tidak menguntung bagi keberhasilan-keberhasilan yang telah kita capai hingga saat ini,” imbuh bos Pentagon itu.

Pasukan AS dan sekutunya dari NATO telah berada di Afghanistan sejak tahun 2001, dengan dalih memerangi terorisme.

Meskipun Amerika Serikat saat ini merupakan pengirim pasukan terbanyak, pekan lalu Carter mengatakan bahwa menteri-menteri pertahanan NATO berkata kepada dirinya bahwa mereka terbuka untuk mengubah komposisi personel yang ada sekarang ini.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pendeta Katolik Malta Jadi Tersangka Pencabulan Anak
Tulisan selanjutnya PGI Sebut Pola Kasus di Singkil Sama dengan Tragedi Tolikara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Berita
13 Juli 2026 18:00
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?