Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Benyamin Netanyahu Pidato Kontroversial, Sudutkan Muslim terlibat Holocaust

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 Oktober 2015 11:05 11:05 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 Oktober 2015 11:04
Bagikan
Benyamin Netanyahu
Bagikan

Hidayatullah.com–Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memancing kontroversi hari Rabu (21/10/2015), beberapa jam sebelum mengunjungi Jerman, dengan mengatakan mantan syeikh Muslim di Yerussalem, kota yang kini dicaplok Israel meyakinkan Hitler untuk memusnahkan orang Yahudi.

Dalam sebuah pidato yang disampaikan kepada “Kongres Zionis ke 37” pada Selasa, Netanyahu menyebutkan sejumlah serangan yang dilakukan kaum Muslim terhadap orang Yahudi di Palestina selama tahun 1920-an, yang ia sebut akibat hasutan Mufti Yerusalem, Haji Amin Al-Husseini.

Menurut Netanyahu, Husseini terbang ke Berlin untuk mengunjungi Hitler pada tahun 1941 dan dalam pertemuan tersebut mempengaruhi keputusan pemimpin Nazi itu untuk meluncurkan kampanye pemusnahan kaum Yahudi.

“Hitler tidak mau menghabisi Yahudi saat itu, (melainkan) ia ingin mengusir Yahudi, dan Haji Amin Al-Husseini mendatangi Hitler dan bilang, ‘Jika kau mengusir mereka, mereka semua akan datang ke sini.’

“Jadi apa yang harus kulakukan terhadap mereka?” ucap Netanyahu menirukan ucapan Hitler ke mufti yang kemudian menjawab, “Bakar mereka,” ujarnya dikutip Reuters.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Netanyahu, yang ayahnya dikenal ahli sejarah terkemuka, dengan cepat mendapat serangan kalangan politisi oposisi dan para ahli sejarah Holocaust yang menyatakan ia telah mendistorsi sejarah.

Para pakar holocaust ini mencatat pertemuan antara Husseini dan Hitler terjadi pada 28 November 1941.

Dua tahun sebelumnya, pada Januari 1939, Hitler telah menyampaikan keinginannya untuk memusnahkan ras Yahudi pada Reichstag (parlemen Nazi Jerman).

Pejabat Palestina mengatakan Netanyahu terlihat melepaskan Hitler dari tuduhan pembunuhan 6 juta Yahudi untuk menaruh kesalahan kepada umat Muslim. Twitter pun dipenuhi gelombang kritik.

“Hari yang menyedihkan dalam sejarah ketika pemimpin pemerintah Israel sangat membenci tetangganya sampai ia berkeinginan membebaskan dari tuduhan atas penjahat perang paling terkenal dalam sejarah, Adolf Hitler, pada pembunuhan 6 juta orang Yahudi,” kata Sekretaris Umum Palestine Liberation Organisation Saeb Erekat.

“Netanyahu harus berhenti memanfaatkan tragedi kemanusiaan imi untuk mencetak poin bagi akhir politiknya,” ucap Erekat, kepala negosiator Palestina dengan Israel.

Sementara Menteri Pertahanan Israel, Moshe Yaalon, mengatakan si Perdana Menteri itu telah salah paham.

“Sebenarnya memang bukan (Husseini) yang menemukan ‘Solusi Terakhir’,” kata Yaalon kepada Radio Israel. “Itu adalah gagasan kejam Hitler sendiri.”

Tidak jelas sumber mana yang diandalkan Netanyahu terhadap tanggapannya. Sebuah buku yang terbit pada tahun 1947 “The Mufti of Jerusalem” dan sebuah laporan koran jaman itu mengatakan mantan wakil Hitler memberikan kesaksian pada pengadilan kejahatan perang Nuremberg bahwa Husseini telah menyusun rencana dengan pemimpin Nazi untuk membersihkan Eropa dari kaum Yahudi.

Husseini dituduh atas kejahatan perang tapi tak pernah muncul dalam proses pengadilan dan kemudian ia meninggal di Kairo.

Dina Porat, professor di Tel Aviv University dan kepala sejarawan Yad Vashem mengatakan, bahwa mufti yang disebut pertama kali oleh Hitler atas ide untuk membunuh dan membakar orang Yahudi itu tidak benar.

“Ide untuk menyingkirkan Yahudi dari dunia adalah tema utama ideologi Hitler, jauh sebelum ia bertemu dengan mufti,” ujarnya kepada Radio Israel.

Porat dan yang lainnya menekankan bahwa pembunuhan orang-orang Yahudi dimulai sejak Juni 1941. Meski si mufti ingin “Solusi Terakhir” itu diperluas, dia bukanlah orang yang pertama menggagas ide tersebut.

“Tapi, menurut pendapat saya, mengatakan bahwa mufti tersebut yang memberikan idenya kepada Hitler adalah salah,” tambah Porat.*

 

 

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Adolf HitlerBenyamin NetanyahuHaji Amin Al-HusseiniHolocautsisraelyahudi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Warga Babakansari Mengaku Resah Jika Ada Acara di Yayasan Muthahhari
Tulisan selanjutnya Dari Santri ke Neo Santri

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap

Berita
31 Agustus 2026 17:47
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang

Terbaru

  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?