Hidayatullah.com—Selain korban nyawa, yang pastinya menjadi perhatian semua orang, Prancis bersiap-siap untuk menghadapi dampak buruk serangan di Paris terhadap perekonomiannya.
Dilansir Euronews Senin (16/11/2015), memang masih terlalu dini untuk memperkirakan berapa kerugian yang akan dialami Paris akibat serangkaian serangan di ibukota pada Jumat lalu. Namun sejumlah laporan menyebutkan bahwa menyusul serangan itu tidak tampak banyak orang mengunjungi toko-toko, kafe dan restoran, serta banyak terjadi pembatalan reservasi.
Prancis adalah tujuan wisata paling populer di dunia. Akhir pekan kemarin, pusat-pusat perbelanjaan dan tujuan wisata di kota Paris tidak terlalu ramai oleh pengunjung. Tempat-tempat tujuan wisata terkemuka dan toko-toko besar memilih untuk tutup.
“Dalam jangka pendek para investor akan memikirkan dua hal. Pertama, mereka akan mengkhawatirkan perihal sentimen, dan sentimen akan mempengaruhi baik besaran belanja konsumen maupun keinginan investasi korporasi, khususnya di sektor perhotelan dan perhubungan udara. Dalam jangka panjang mungkin akan terjadi pengetatan di pintu-pintu perbatasan, mungkin akhirnya akan bermuara pada sejumlah ketidaksepakatan dagang dan perdagangan bebas, yang mana hal itu merupakan kabar buruk bagi perekonomian global,” kata James Bevan, chief investment officer dari CCLA seperti dikutip Euronews.
Puncak musim kunjungan wisatawan asal Asia sudah di depan mata. Sejauh ini, menurut Malaysian Chinese Tourism Association, belum terjadi pembatalan wisata secara meluas. Meskipun demikian, mereka mengaku khawatir akan terjadi pemeriksaan keamanan super ketat.
Sejumlah hotel di Paris mengabarkan bahwa mereka sudah menerima pembatalan reservasi. Salah satu di antaranya bahkan mengaku menerima permintaan pembatalan itu 24 jam setelah serangan di Paris.
Senin pagi kemarin, nilai saham operator hotel Accor anjlok sebesar 9 persen.
Saham perusahaan-perusahaan penerbangan juga melorot. Di hari pertama perdagangan pasca serangan itu, saham Air France dan KLM dilaporkan turun 7,2 persen.
Bursa saham di Paris buka seperti biasa kemarin, dan mengalami sedikit penurunan transaksi.
Sejumlah parkar mengatakan, salah satu pelajaran penting dari peristiwa serangan 9/11 di Amerika Serikat adalah meskipun terorisme memukul perekonomian, namun dampaknya tidak akan berlangsung lama.*