Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Serangan terhadap Umat Muslim di Inggris Meningkat 300 Persen

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 23 November 2015 16:28 4:28 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 23 November 2015 16:28
Bagikan
Keluarga muslim di Inggris.
Bagikan

Hidayatullah.com–Pasca tragedi teror Paris yang menewaskan setidaknya 130 orang, serangan terhadap umat Muslim di Inggris meningkat 300 persen menjadi 115 kasus dalam sepekan.

Satu kelompok kerja bentukan pemerintah Inggris melaporkan, mayoritas korban merupakan gadis dan perempuan Muslim berusia 14-45 tahun yang mengenakan pakaian Islami. Disebutkan bahwa pelaku serangan biasanya seorang pria kulit putih dengan jenjang usia 15-35 tahun.

“Banyak korban menyatakan tak ada yang membantu mereka. Berarti mereka yang menjadi korban dipermalukan, sendirian, dan marah terhadap apa yang terjadi pada mereka. Enam belas korban bahkan menyebutkan, mereka takut pergi ke luar. Pengalaman mereka memengaruhi rasa percaya diri mereka,” demikian kutipan laporan yang dilansir The Independent dan CNN, Senin (23/11/2015).

Laporan itu juga menunjukkan bahwa kebanyakan serangan terjadi di tempat-tempat publik, termasuk bus dan kereta.

Dalam salah satu insiden, seorang gadis London yang mengenakan hijab dianiaya secara verbal oleh penumpang laki-laki di kereta.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pria itu mendekati sang gadis dan mengatakan bahwa kerudungnya terlihat seperti kain lap di atas kepala, teroris, pengecut, dan menuding ‘kaumnya’ adalah pembunuh korban dalam serangan Paris.

Dalam kasus lain, seorang ibu mengeluarkan anaknya dari sebuah sekolah di Edinburgh karena serangan anti-Muslim semakin intensif pasca serangan Paris.

“Mereka memanggil putri saya dengan kata kasar dan meledeknya karena menjadi seorang Muslim. Pelecehan itu semakin parah setelah serangan Paris. Tak ada orang yang pantas diperlakukan seperti itu,” kata seorang ibu korban yang tak diungkap identitasnya.

Di akhir laporan, kelompok kerja ini meminta agar pemerintah segera mengatasi masalah ini.

Menurut juru bicara bidang keamanan dan kontra-terorisme dari Dewan Muslim Inggris, Miqdaad Versi, pemotongan anggaran untuk pengawasan serangan terhadap umat Islam di Inggris merupakan salah satu penyebab insiden terus terjadi.

Versi mengatakan, pengurangan anggaran ini otomatis membuat personel polisi pemantau serangan terhadap kaum Muslim di Inggris berkurang. Dengan demikian, komunitas Muslim sulit membangun hubungan dengan polisi.

“Membentuk aturan yang lebih efektif dalam memerangi terorisme dalam masyarakat adalah kunci bagi polisi untuk terlibat, berkonsultasi, dan membangun kepercayaan dengan komunitas sebagai rekan,” kata Versi.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:inggrisKeluarga Muslimserangan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Syeikh Hamid, Musnid Indonesia pengganti Syeikh Yasin Wafat di Makkah
Tulisan selanjutnya Banyak Orang Tua Tak Paham Mendidik Anak Beradab, Tahunya Mengirim ke Sekolah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Berita
31 Agustus 2026 18:22
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?