Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Obama Sebut Perang AS Tidak Melawan Islam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 Desember 2015 09:14 9:14 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Desember 2015 09:45
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Presiden Amerika Serikat Barack Obama akhirnya buka suara tentang tragedi penembakan di  San Bernardino yang menewaskan 14 orang dan melukai 21 lainnya.

Dalam pernyataan yang disampaikan Obama di  Ruang Oval (Oval Office),  tempat kerja resmi Presiden AS di Gedung Putih Obama menegaskan penembakan di San Bernardino dilakukan oleh Syed Rizwan Farook yang lahir di Amerika dan istrinya warga negara Pakistan, Tashfeen Malik adalah perbuatan teror yang bertujuan membunuh nyawa orang-orang yang tak bersalah.

“Kebebasan lebih kuat dari rasa takut. Jangan lupa, AS telah melalui perang, depresi, bencana dahsyat, juga serangan teror mematikan sebagai sebuah bangsa, ” ujar Obama.

Obama juga  bersumpah negaranya akan bertindak, mengatasi ancaman terorisme yang terus berkembang, terutama yang menyangkut ISIS.

Namun, Obama meminta agar perang melawan ala Amerika ini tidak dikaitkan dengan Islam.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Jangan biarkan upaya melawan teror ini didefinisikan sebagai perang antara Amerika melawan Islam. Ini adalah yang diinginkan ISIS. ISIS tidak mewakili Islam. Mereka adalah penjahat dan pembunuh yang kejam,” tegas Obama, dikutip Voice of America.

Obama justru mengatakan, kunci sukses mengalahkan terorisme adalah menyertakan komunitas Islam dalam perlawanan tersebut. “Bukannya menyingkirkan mereka lewat prasangka dan kebencian,” kata dia seperti dikutip dari BBC, Senin (7/12/2015).

Kepada rakyatnya, Obama mengingatkan bahwa terorisme telah memasuki fase baru, dari serangan skala besar yang dilakukan Al Qaeda (al-Qaidah) — termasuk dalam tragedi teror 9/11 —  menjadi serangan yang dilakukan individu-individu yang teradikalisasi.

AS, tambah suami Michelle Obama itu, akan mengerahkan semua aspek kekuatannya melawan teror.

Obama menggarisbawahi bahwa AS dan sekutunya telah mengintensifkan serangan dan pengeboman ke infrastruktur minyak ISIS. Juga akan terus melatih dan mempersenjatai pihak pemberontak yang moderat di Iraq dan Suriah.

“Militer AS akan terus memburu para pemimpin teroris di mana pun,” kata dia.

Namun, AS tak mau terseret lagi ke dalam perang di medan tempur darat yang lama dan mahal di Iraq dan Suriah.

“Justru itu yang diinginkan oleh kelompok-kelompok seperti ISIS,” kata Presiden ke-44 AS itu.

Sementara itu, Obama juga menyerukan kontrol senjata api yang lebih ketat di negaranya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AmerikairaqISISObamasuriahteror
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya KH.Athian Ali M. Dai: “Saya Bingung Dituduh Wahabi dan ISIS” [1]
Tulisan selanjutnya [Foto] Ribuan Muslimah Gaza Pawai Dukung Intifada Al Quds

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Berita
18 Juli 2026 10:26
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?