Hidayatullah.com—Tersangka utama dalam video propaganda terbaru ISIS diduga kuat adalah pria Hindu warganegara Inggris yang pindah memeluk agama Islam bernama Siddhartha Dhar.
Sebuah sumber resmi mengatakan kepada BBC Senin (4/1/2016) bahwa Dhar menjadi pusat investigasi atas video propaganda terbaru ISIS tersebut, yang menampakkan eksekusi mati lima orang yang disebut ISIS adalah mata-mata.
“Banyak orang yang menduga itu adalah dia,” kata sumber tersebut, meskipun belum ada konfirmasi resmi.
Sebelumnya, satu dari teman-temannya mengatakan kepada BBC bahwa “tidak ada keraguan” kalau suara yang didengarnya di video propaganda terbaru ISIS tersebut adalah Siddhartha Dhar.
Seorang saudara perempuan Dhar kepada BBC mengatakan bahwa ketika pertama kali mendengar suara dari video tersebut dirinya khawatir pria itu adalah saudara lelakinya, meskipun setelah menonton klipnya dia ragu.
“Saya shock,” kata Konika Dhar.
“Saya yakin suaranya mirip, dari apa yang saya ingat itu suara saudara laki-laki saya. Namun setelah menyaksikan klip pendek itu secara seksama, saya menjadi tidak terlalu yakin, sehingga saya resah.”
Dhar, yang juga dikenal sebagai Abu Rumasyah, pernah ditahan pada tahun 2014 dengan tuduhan mendorong aksi terorisme, tetapi lepas dengan uang jaminan.
Bekas pengusaha dan ayah empat anak warga Walthamstow di London timur itu kemudian pergi ke Suriah.
Dhar adalah pria Hindu yang pindah masuk agama Islam, lalu bergabung dengan Al-Muhajirun, organisasi Muslim yang dinyatakan terlarang berdasarkan undang-undang terorisme di Inggris.
Dia kerap mengikuti aksi-aksi unjuk rasa menentang Amerika Serikat, Israel, rezim-rezim Arab dan lain-lain yang dianggap tidak islami.
Dhar juga rajin berdiri di luar masjid pada hari Jumat, guna mencari pendukung baru “paham radikal” yang diikutinya. Dia juga diketahui mengunggah video ke internet, jarang menampik kesempatan bicara ke media, dan ketika berbicara tidak menutup-nutupi pandangan radikalnya, tulis BBC.
Sementara itu, bocah lak-laki yang muncul dalam video yang sama menurut laporan Channel 4 News diidentifikasi bernama Sunday Dare oleh kakeknya Isa Dare. Bocah itu dibawa ke Suriah oleh ibunya yang merupakan putri Isa Dare, Grace Dare.
“… Dia cucu lelaki saya. Saya sangat mengenalinya,” kata Isa Dare, seraya menambahkan bahwa cucunya dipakai sebagai alat propaganda dan dijadikan “tameng”.
Grace Dare alias Khadijah, merupakan warga Inggris keturunan Nigeria yang menjadi mualaf di usia 18 tahun. Dia pergi ke Suriah pada 2013, ketika berusia 22 tahun.*