Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Paus Fransiskus Meminta Maaf pada Umat Protestan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 Januari 2016 08:20 8:20 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Januari 2016 08:20
Bagikan
Sri Paus Fransiskus
Bagikan

Hidayatullah.com–Paus Fransiskus meminta maaf kepada kaum Protestan dan Gereja Kristen lainnya atas penganiayaan yang dilakukan kaum Katolik, dalam upaya terbarunya untuk membina kesatuan umat Kristen.

Vatikan mengumumkan, pada 31 Oktober Paus Fransiskus akan pergi ke kota Lund di Swedia, tempat Federasi Dunia Lutheran (LWF) didirikan pada 1947, untuk kebaktian bersama kaum Lutheran dalam peringatan Reformasi Protestan yang akan berlangsung di seluruh dunia tahun depan.

Martin Luther, pria berkebangsaan Jerman, diakui sebagai perintis Reformasi Protestan pada tahun 1517 dengan menulis 95 tesis yang mengkritik Gereja Katolik karena menjual pengampunan dosa dengan uang, demikian dikutip BBC, Selasa (26/01/2016).

Langkah itu berujung pada perpecahan politik di seluruh Eropa dan dalam agama Kristen, memicu diantaranya Perang 30 Tahun di Eropa, penghancuran biara di Inggris, dan pembakaran sejumlah ‘orang sesat’ di kedua pihak.

Kelompok tradisionalis Katolik menyalahkan Fransiskus karena sikapnya yang terlalu longgar terhadap Lutheran, khususnya dalam “doa bersama” yang akan digunakan kedua agama selama peringatan Reformasi Protestan 2017.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Mereka menyebut doa tersebut terlalu memuji Luther, yang dikecam sebagai orang sesat dan dikucilkan.

Meski demikian, Paus Fransiskus telah menjadikan dialog antar agama sebagai keunggulan dalam masa jabatannya.

Rekonsiliasi

Dialog teologi antara Katolik Roma dan Lutheran dimulai pada akhir 1960-an setelah Konsili Vatikan II. Namun penganut Katolik dan Lutheran belum secara resmi diizinkan untuk mengambil komuni di kebaktian satu sama lain.

Sekretaris Jenderal LWF, Martin Junge, mengatakanbahwa perpecahan antara Katolik dan Lutheran merupakan persoalan masa lalu.

“Saya yakin bahwa dengan berupaya mewujudkan rekonsiliasi antara Lutheran dan Katolik, kita berusaha mewujudkan keadilan, perdamaian, dan kerukunan di dunia yang terpecah-belah oleh konflik dan kekerasan,” ujarnya dalam pernyataan yang dikutip kantor berita AFP.

Acara di Lund ialah bagian dari proses dialog antara gereja Katolik dan Lutheran, yang berusaha menyepakati penyebab Reformasi. Kedua gereja sepakat pada tahun 1999 dalam pernyataan bersama tentang persoalan teologi yang menjadi akar pergolakan tersebut.

Di antara persoalan itu adalah pertanyaan apakah manusia dapat masuk surga dengan amal baik ataukah keselamatan hanya datang lewat kasih sayang Tuhan.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Gereja Kristenpaus Fransiskusprotestan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Indonesia Jajaki Kerja Sama Bidang Energi dengan Iran
Tulisan selanjutnya Kuatkan Jati Diri, Tata Ulang Keimanan [1]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?