Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Partai Aung San Suu Kyi Ajukan Bekas Sopirnya Sebagai Calon Presiden Myanmar

Ama Farah
Terakhir diupdate: 10 Maret 2016 15:09 3:09 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 10 Maret 2016 15:09
Bagikan
Htin Kyaw dan Aung San Suu Kyi.
Bagikan

Hidayatullah.com—Partai bentukan Aung San Suu Kyi mencalonkan bekas sopir dan pembantu dekat tokoh oposisi itu, Htin Kyaw, sebagai calon presiden Myanmar yang baru.

Partai bentukan peraih Nobel Perdamaian itu, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), yang sekarang menjadi mayoritas di parlemen Myanmar (Burma), memilih dua atau tiga bakal calon presiden hari Kamis ini (10/3/2016), lansir Reuters.

Htin Kyaw, 70, serang penasihat dan orang dekat Suu Kyi, mendapatkan dukungan dari anggota parlemen NLD di majelis rendah. Htin Kway –putra seorang penyair ternama– dulu adalah bekas teman satu kelas Suu Kyi dan sama-sama kuliah di Universitas Oxford. Kway juga pernah menjadi sopir wanita yang digadang-gadang sebagai tokoh demokrasi Myanmar itu.

Sementara itu, Henri Van Thio, anggota dari etnis minoritas Chin, diajukan sebagai bakal capres NDP di majelis tinggi.

Nominasi akhir mengkonfirmasi bahwa Suu Kyi tidak akan menjadi presiden Myanmar untuk kali ini. Wanita yang kini berusia 70 tahun ini berulang kali mengatakan bawa dia berharap dapat mencapai kompromi dengan militer yang memungkinkan untuk melanjutkan kiprah politiknya. Konstitusi yang dirancang penguasa militer Myanmar melarang Suu Kyi mencalonkan diri sebagai presiden, karena anak-anaknya memegang paspor Inggris dan bukan paspor Mynamar.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Perundingan-perundingan dengan militer guna memungkinkan anak perempuan mendiang Jenderal Aung San itu melangkah lebih jauh dalam karir politiknya menemui kegagalan.

Partai Uni Solidaritas dan Pembangunan (USDP) –yang mendapat dukungan militer– akan memilih calon ketiga. Namun, calon USDP itu diperkirakan akan kalah karena jumlah politisi NDL yang menguasai parlemen saat ini. Meskipun demikian, dia akan menjadi salah satu dari dua wakil presiden setelah pemelihan presiden oleh parlemen usai.

Bekas dokter yang merawat Suu Kyi, sejumlah mantan tahanan politik dan pensiunan-pensiunan jenderal yang bergabung dengan NLD juga pernah diajukan agar dipilih sebagai bakal calon presiden.

Meskipun tidak akan menjadi presiden, Suu Kyi yang membawa partainya memenangi pemilihan umum pada 8 November 2015, berjanji akan tetap memegang kendali penuh atas politisi-politisi partainya –termasuk calon NLD yang terpilih menjadi presiden.

Aung San Suu Kyi menjadi tahanan rumah selama 15 tahun setelah NLD memenangi pemilihan umum pada 1990, yang hasilnya tidak pernah diakui oleh junta militer di Myanmar.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Terkepung, Anak-Anak Suriah Terpaksa Makan Makanan Hewan
Tulisan selanjutnya Orasi di Depan Istana, Fahira Minta Jokowi Buka Hati

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?