Hidayatullah.com—Rokok menghilang dari rak-rak toko di sejumlah kota di Arab Saudi hari Ahad (13/3/2016), di tengah-tengah spekulasi di media sosial yang mengatakan pemerintah akan menaikkan harga produk tembakau dan produk lain yang membahayakan kesehatan.
Tiga toko di Riyadh mengatakan mereka tidak memiliki rokok untuk dijual dan para pengguna media sosial melaporkan hal yang sama di Jeddah pada hari Sabtu dan Ahad. Sebagian menduga pedagang sengaja menimbun stok sampai pemerintah mengumumkan kenaikan harga rokok.
Di Dammam, ibukota Provinsi Timur, setidaknya satu toko sudah menjual sebungkus rokok pabrikan Philip-Morris seharga 15 riyal dan bukan 10 riyal seperti biasanya, kata seorang perokok di sana seperti dilansir Gulf News.
Desember lalu Kementerian Keuangan mengatakan dalam penjelasan anggaran 2016 bahwa produk-produk yang membahayakan kesehatan seperti produk tembakau, minuman ringan dan sejenisnya, akan dikenai cukai tambahan. Namun, kementerian belum memberikan tanggal kapan kenaikan harga akan dilaksanakan.
Arab Saudi ingin mengurangi tagihan yang harus dibayar pemerintah dalam bentuk subsidi kesehatan warganya yang banyak mengalami obesitas dan diabetes, dua penyakit global yang dialami banyak orang di dunia saat ini akibat buruknya pola makan dan gaya hidup. Anggaran negara Saudi semakin terbebani dengan anjloknya harga minyak mentah beberapa tahun belakangan, dan pemerintah berusaha meningkatkan pendapatan non-minyaknya.
Seorang petinggi dari sebuah perusahaan distribusi produk tembakau mengatakan Pabean Saudi telah menaikkan bea impor barang yang akan didatangkannya pada hari Ahad kemarin.
Sementara itu, para pembeli di Riyadh mengatakan minuman kaya gula, seperti soft drinks, masih dijual di toko-toko dengan harga sama belum mengalami kenaikan.*