Hidayatullah.com—Direktur dinas intelijen Amerika Serikat CIA John Brennan mengunjungi Moskow awal bulan Maret ini guna mendiskusikan masalah Suriah dan soal kepergian Bashar Al-Assad dari puncak kepemimpinan negeri itu, kata seorang pejabat AS hari Senin (28/3/2016).
Saat bertemu dengan para pejabat Rusia, kepala intelijen itu mengulangi kembali dukungan pemerintah AS perihal transisi politik yang alami di Suriah, serta pentingnya Assad meninggalkan kursi kepresidenan, kata pejabat itu kepada AFP.
Brennan juga menekankan “pentingnya Rusia dan rezim Assad untuk mematuhi kesepakatan gencatan senjata di Suriah,” imbuh sumber tersebut.
Senin pagi Wakil Menlu Rusia Oleg Syromolotov mengkonfirmasi kunjungan Brennan itu, dengan mengatakan kepada para jurnalis bahwa “fakta Brennan pernah ada di sini bukanlah sesuatu yang disembunyikan,” lapor kantor berita Interfax.
“Saya tahu persis dia berada di Federal Security Service (FSB),” kata Syromolotov merujuk kepada dinas intelijen Rusia pengganti KGB di era Soviet.
Syromolotov mengatakan Brennan tidak mengunjungi Kementerian Luar Negeri, tetapi dia memang bertemu dengan sejumlah pejabat Rusia.
Diplomat senior itu membantah kunjungan Brennan ada hubungannya dengan keputusan Rusia untuk menarik sebagian besar pasukannya pada 14 Maret lalu dari Suriah. Kejadian-kejadian itu “sama sekali tidak berhubungan,” tegas Syromolotov.
Baca juga: Putin Umumkan Penarikan Pasukan, Tentara Rusia Berkemas Tinggalkan Suriah
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada para wartawan mengatakan dia tidak bisa memberikan komentar soal itu, dan menambahkan bahwa Brennan “tidak melakukan kontak dengan Kremlin.”
November tahun lalu, Brennan di Washington mengatakan bahwa CIA banyak berdiskusi dengan Rusia soal ancaman ISIS, “meskipun terdapat perbedaan kebijakan di antara mereka soal Suriah dan Ukraina.”*