Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Eks Presiden Israel Moshe Katsav Tidak Menyesali Pemerkosaan yang Dilakukannya

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 April 2016 08:13 8:13 am
Ama Farah
Dipublikasikan 7 April 2016 06:57
Bagikan
Moshe Katsav
Bagikan

Hidayatullah.com—Dewan pembebasan bersyarat hari Rabu (6/4/2016) menolak permintaan pembebasan dini mantan Presiden Israel Moshe Katsav yang dibui karena kasus pemerkosaan dan tindak kejahatan seksual lainnya.

Sebuah pernyataan dari Kementerian Kehakiman mengumumkan penolakan itu, dengan mengatakan bahwa dewan mendapati Katsav “tidak menunjukkan penyesalan dan tidak menunjukkan simpati terhadap para korbannya,” lapor AFP.

Katsav, yang sedang menjalani hukuman 7 tahun penjara mulai 2011, tetap bersikukuh mengatakan dirinya tidak bersalah, meskipun dia pada tahun 2010 oleh pengadilan dinyatakan terbukti bersalah melakukan 2 tindak pemerkosaan, pelecehan seksual, perbuatan-perbuatan yang tidak patut, serta tindakan menghalangi hukum.

Dalam persidangan kasusnya selama 18 bulan, terungkap bahwa Katsav, sebagaimana dituduhkan, sering melakukan penyiksaan dan dipandang sebagai predator seks yang kerap melecehkan para staf wanitanya.

Tindakan bejat dan tidak senonoh yang dilakukan Katsav tersebut kabarnya terjadi sejak dia masih menjabat sebagai menteri pariwisata hingga duduk sebagai presiden.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Moshe Katsav dilahirkan dengan nama Musa Qasab di Yazd, Iran pada Desember 1945. Dia bersama keluarganya yang asli Yahudi Iran bermigrasi dari Teheran ke Israel pada tahun 1951. Karir politiknya dirintis melalui Partai Likud.

Katsav terpilih menjadi Presiden Israel tahun 2000. Berbulan-bulan dia menghadapi tuntutan mundur, sebelum akhirnya terpaksa meletakkan jabatan pada tahun 2007.

Katsav kemudian digantikan oleh penerima Nobel Perdamaian dan politisi senior Zionis, Shimon Peres, yang dilantik dengan upacara meriah.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wartawan dan Empati Nurani
Tulisan selanjutnya Jabhat Al-Nusra Konfirmasi Kematian Abu Firas Al-Suri di Suriah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni

Berita
27 September 2026 16:44
Menentang Wajib Militer Para Pelajar Jerman Mogok Sekolah
Presiden Brazil Teken Larangan Judi Online
Jadi Beban dan Masalah, Malaysia Repatriasi Ribuan Pengungsi dan Migran Myanmar
Arab Saudi Bantah Pejabat Iraq Perihal Pembelian 25 Tanker Minyak dan Dampaknya

Terbaru

  • Ubah Tradisi, Rektor UNIDA Gontor Ajak Dosen Jadi Magnet Keilmuan Mahasiswa karena Kepakarannya
  • UNIDA Gontor Kukuhkan 4 Guru Besar Baru, Dorong Tradisi Kepakaran Keilmuan
  • Jadi Beban dan Masalah, Malaysia Repatriasi Ribuan Pengungsi dan Migran Myanmar
  • Negara Bagian California Tetapkan Idul Fitri dan Idul Adha sebagai Hari Libur Resmi
  • Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
  • Teladan Umar bin Khattab Ra. dalam Mengatasi Problem Gratifikasi
  • Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100
  • Timnas Irlandia Tolak Jabat Tangan dengan ‘Israel’ sebelum Libas Tiga Gol Tanpa Balas
  • Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
  • Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?