Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Seorang Jenderal Mengusulkan Amerika Kembali Serang Taliban

Ama Farah
Terakhir diupdate: 15 April 2016 15:10 3:10 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 15 April 2016 14:27
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang jenderal senior Amerika Serikat mengajukan usulan agar serangan udara kembali dilancarkan atas Taliban. Usulan itu mengungkap perselisihan pendapat antara militer dan pemerintah soal peran Amerika Serikat dalam peperangan di Afghanistan.

Para pejabat senior di Departemen Pertahanan AS alias Pentagon mengeluhkan perihal Jenderal John F. Campbell, yang memimpin pasukan AS di Afghanistan sampai bulan lalu, karena dianggap menerobos prosedur standar militer ketika mengajukan usulannya langsung ke Gedung Putih tanpa meminta persetujuan Menteri Pertahanan Ashton B. Carter terlebih dahulu.

Campbell mengatakan dia mengikuti prosedur normal ketika mengajukan usulannya, yang dapat membawa kembali AS pada kampanye serangan udara besar-besaran terhadap Taliban.

Perselisihan itu mengemuka di kala pasukan Afghanistan dukungan Barat kewalahan untuk menghadapi Taliban, yang telah menguasai kembali sejumlah daerah yang sebelumnya sudah direbut ketika pasukan AS gencar melakukan serangan di negara itu.

Baca juga, “Operation Omari” Rangkaian Serangan Baru Taliban di Afghanistan Dimulai Kembali.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Campbell, yang berada di masa-masa akhir karirnya selama 37 tahun dalam dinas kemiliteran AS, membantah berusaha melangkahi bosnya di Pentagon yang berasal dari kalangan sipil. “Sama sekali TIDAK,” kata Campbell dalam e-mailnya seperti dikutip Washington Post Rabu (13/4/2016). “Saya mengajukan rekomendasi melalui garis komando saya, selalu demikian dan kali ini tidak ada bedanya.”

Seorang pejabat di US Central Command mendukung pernyataan Campbell tersebut.

Usulan yang diajukan Campbell itu, sebelum dia meninggalkan Kabul pada 2 Maret lalu, termasuk pengerahan dukungan serangan udara AS terhadap operasi militer Afghanistan dengan target Taliban, serangan terhadap para pemimpin Taliban, serta menempatkan penasihat militer AS bersama pasukan Afghanistan yang memerangi Taliban di garis depan.

Sekarang ini, para komandan pasukan AS hanya bisa melancarkan serangan ke Taliban jika mereka secara langsung membahayakan keselamatan pasukan AS atau jika pasukan pemerintah Afghanistan benar-benar dalam keadaan bahaya diserang habis oleh Taliban.

Menurut Campbell, secara politis saat ini tidak ada gairah perihal tersebut, sebab sekarang militer Amerika tidak akan mendapatkan tambahan pasukan dan pemerintah memang sedang mengurangi jumlah tentaranya di Afghanistan.

Pejabat di Pentagon mengatakan Menteri Carter belum akan memberikan rekomendasi ke Gedung Putih. Pentagon masih menunggu Jenderal John W. “Mick” Nicholson Jr, yang menggantikan Campbell, mulai bertugas dan memberikan hasil kajian awalnya. Kajian itu antara lain berisi soal serangan terhadap Taliban dan kemungkinan tetap/tidak mempertahankan rencana Gedung Putih untuk memangkas separuh jumlah personel militernya di Afghanistan dari 9.800 menjadi 5.500 tahun ini.

Sebelumnya, dalam kesaksian di Kongres, ketika ditanya jika Amerika memandang Taliban sebagai musuh, Campbell menjawab, “Menurut saya Taliban telah membunuh banyak prajurit saya.”

Awal tahun ini, Gedung Putih memberikan restu atas Campbell yang meminta otoritas lebih besar untuk memerangi ISIS yang memerangi baik pasukan pemerintah Kabul maupun Taliban di bagian timur Afghanistan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya IS Khorasan “Operation Omari” Rangkaian Serangan Baru Taliban di Afghanistan Dimulai Kembali
Tulisan selanjutnya Membangun Kembali Kepingan Peradaban Islam yang Hilang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat

Berita
5 Juni 2026 06:00
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?