Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Amerika Aktifkan Sistem Pertahanan Anti Rudal di Rumania, Moskow Resah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 13 Mei 2016 06:43 6:43 am
Ama Farah
Dipublikasikan 13 Mei 2016 06:43
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Amerika Serikat telah mengaktifkan stasiun pertahanan anti rudal berbasis di darat di Rumania, yang akan menjadi bagian dari sistem pertahanan yang lebih luas untuk melindungi wilayah Eropa.

Dilansir BBC Kamis (12/5/2016), para pejabat Amerika Serikat dan NATO menghadiri peresmiannya di Deveslu, sekitar 180 kilometer arah barat daya ibukota Bukares.

AS mengatakan sistem Aegis itu merupakan tameng pelindung negara-negara anggota NATO dari serangan rudal jarak pendek hingga menengah, khususnya yang berasal dari Timur Tengah.

Di pangkalan tersebut ditempatkan radar dan penangkal rudal SM-2, dan akan diintegrasikan ke dalam tameng rudal NATO ketika anggota blok pertahanan itu bertemu pada musim panas tahun ini.

Sistem pertahanan itu memungkinkan kapal-kapal perang dan tempat-tempat di lepas pantai menembak jatuh rudal balistik musuh ketika masih berada di udara.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Rudal interseptor ditembakkan untuk menangkal rudal musuh sebelum kembali memasuki atmosfer dan menghancurkannya sebelum menimbulkan kerusakan atau mencapai targetnya.

Amerika Serikat diyakini telah menghabiskan dana 800 juta dolar untuk membangun sistem pertahanan anti rudal itu di Rumania, yang dimulai sejak 2013.

Hari Jumat ini tahap lain dari proyek itu akan diluncurkan di Polandia, yang berlokasi di Redzikowo, dekat Laut Baltik. Rudal-rudal Aegis akan dioperasikan di sana mulai 2018.

Sementara itu, Rusia melihat aktivasi sistem pertahanan tersebut sebagai ancaman terhadap keamanannya, sebuah klaim yang dibantah oleh NATO.

Moskow berpendapat pemasangan tameng anti rudal semacam itu di negara-negara tetangga sebelahnya merupakan ancaman terhadap Rusia.

“Sistem ini untuk melawan siapa?” tanya juru bicara Presiden Vladimir Putin, Dmitry Peskov.

“Dari penjelasan awal yang diberikan kepada kami katanya untuk menangkal serangan potensial yang datang dari Iran … Sekarang kami tahu situasinya telah berubah dramatis,” kata Peskov. Sebagaimana diketahui Iran adalah sekutu dari Rusia.

Baik pejabat AS maupun NATO berusaha menenangkan Moskow dengan mengatakan bahwa sistem anti rudal itu tidak akan membahayakan sistem pertahanan rudal balistik antarbenua Rusia.

“Interseptornya terlalu sedikit dan ditempatkan jauh di selatan atau terlalu dekat ke Rusia untuk dapat menangkal rudal-rudal balistik interkontinental Rusia,” kata Sekjen NATO Jens Stoltenberg.

Menurut petinggi NATO itu rudal-rudal interseptornya dirancang untuk menangkal rudal jarak pendek dan menangah yang berasal dari area di luar Euro-Atlantik.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MPR Minta Masyarakat Waspadai Kebangkitan Ideologi Komunis
Tulisan selanjutnya Wali Kota Lhokseumawe Larang Wanita Merokok di Tempat Terbuka

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Berita
31 Agustus 2026 18:22
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU

Terbaru

  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?