Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kelompok Kurdi Pecahan PKK Mengaku Sebagai Pelaku Serangan Bom di Istanbul

Ama Farah
Terakhir diupdate: 11 Juni 2016 11:02 11:02 am
Ama Farah
Dipublikasikan 11 Juni 2016 11:02
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Sebuah kelompok militan Kurdi mengatakan sebagai pelaku bom mobil di pusat kota Istanbul hari Selasa lalu (7/6/2016) yang menewaskan tujuh polisi dan empat warga sipil.

Kurdistan Freedom Falcons (TAK) mengatakan serangan itu sebagai aksi balas dendam atas operasi militer yang dilakukan pemerintah Ankara di Nusaybin, Sirnak dan daerah lain di Turki yang banyak dihuni orang Kurdi.

TAK dipandang sebagai kelompok pecahan dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang dinyatakan sebagai kelompok teroris oleh Ankara.

“Kami mengingatkan kembali para turis asing yang ada di Turki dan ingin mengunjungi Turki. Orang asing bukanlah target kami, tetapi Turki bukan lagi negara yang aman untuk mereka. Kami baru saja memulai perang,” kata TAK seperti dikutip BBC Jumat (10/6/2016).

Militan Kurdi itu menyebut serangan hari Selasa lalu sebagai sebuah “aksi pengorbanan”, istilah yang menurut para responden berarti serangan bom bunuh diri.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Serangan bom hari Selasa itu jelas sekali menarget kendaraan bus milik polisi Turki.

TAK juga mengaku sebagai pelaku dua serangan lain yang menewaskan puluhan orang di ibukota Ankara pada Februari dan Maret tahun ini.

Kelompok bersenjata Kurdi itu juga mengaku bertanggung jawab atas serangan bulan April di Bursa, bekas ibukota Kekhalifahan Utsmani. Dalam serangan itu seorang pelaku bom bunuh diri yang diduga wanita berhasil melukai 13 orang.

Dalam pernyataannya, TAK mengecam keras partai pemerintah Presiden Recep Tayyip Erdogan, Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP), yang ditudingnya mengobarkan perang dengan orang-orang Kurdi.

Kekerasan di tenggara Turki semakin mamanas dan berubah menjadi pertempuran terbuka tahun lalu, menyusul gagalnya perundingan damai yang dimulai 2012 antara Ankara dan kelompok pemberontak Kurdi.

Orang-orang Kurdi adalah suku penghuni daerah yang dikenal dengan Kurdistan. Kebanyakan dari mereka adalah Muslim (Sunni), ada pula yang menganut Syiah, serta agama lain meskipun minoritas. Wilayah Kurdistan mencakup wilayah timur dan tenggara Turki (menjadi bagian utara dan barat Kurdistan, paling luas dibanding bagian lain), sebagian utara Suriah, sebagian utara Iraq (menjadi bagian selatan Kurdistan) dan sebagian barat laut Iran. Sebagian kelompok Kurdistan menuntut kemerdekaan bagi wilayah tersebut, sementara sebagian lain memperjuangkan daerah otonomi penuh. Wilayah Kurdistan dikenal memiliki banyak sumber minyak dan mineral, termasuk di daerah pegunungan di timur Turki yang diketahui mengandung banyak emas.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dainya Kehabisan Suara, Jamaahnya “Kehilangan” Imam
Tulisan selanjutnya Polisi Bekuk Admin Laman Facebook Pembocor Soal Ujian Sekolah Mesir

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang

Berita
30 Agustus 2026 17:04
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

Terbaru

  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?