Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pfizer Menolak Produk Farmasinya Dipakai Eksekusi Mati

Ama Farah
Terakhir diupdate: 14 Mei 2016 12:30 12:30 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 14 Mei 2016 12:30
Bagikan
Ruang eksekusi mati. Terpidana mati di Georgia, Amerika Serikat, Brandon Astor Jones (inzet).
Bagikan

Hidayatullah.com—Perusahaan farmasi terbesar di Amerika Serikat, Pfizer, baru-baru ini mengambil langkah guna mencegah produk farmasinya digunakan untuk menyuntik terpidana mati.

“Kami dengan sangat keras menolak penggunaan produk-produk kami dalam proses penyuntikan pelaksanaan hukuman mati,” kata perusahaan itu seperti dikutip BBC Sabtu (14/5/2016).

Pfizer menegaskan bahwa produk-produknya dimaksudkan untuk menyelamatkan nyawa pasien.

Tindakan tersebut kabarnya menutup sumber terakhir yang masih tersisa dari pasar terbuka untuk obat-obatan yang digunakan dalam eksekusi mati di Amerika Serikat.

Suntik mati sejak lama merupakan bentuk eksekusi terpidana mati yang paling banyak dilakukan di Amerika Serikat.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Biasanya terpidana diberikan sejumlah suntikan obat, pertama yang membuatnya tertidur, kemudian obat yang membuatnya sulit bernafas dan terakhir obat yang menyulut serangan jantung sehingga akhirnya dia mati.

Pada tahun 2011 Uni Eropa melarang ekspor obat-obatan semacam itu, yang kemudian diikuti oleh para produsen obat Amerika.

Menurut laporan New York Times sudah sekitar 20 perusahaan farmasi AS dan global mengambil keputusan melarang produk-produknya digunakan untuk eksekusi mati.

Akibatnya, pihak berwenang kesulitan mendapatkan obat-obatan yang bisa dipakai untuk eksekusi mati, sehingga mereka terpaksa mencari jalan dengan cara meramunya dari bermacam-macam obat agar eksekusi tetap dapat dilaksanakan.

Dua tahun silam, terpidana mati di Oklahoma, Clayton Lockett, terpaksa tersiksa meregang nyawa selama 43 menit setelah disuntik dengan obat racikan yang dibuat petugas.

Dalam sebuah pernyataan di laman situsnya bulan lalu, Pfizer mengatakan tujuh obat produksinya hanya akan dijual ke pembeli dengan syarat mereka tidak akan menjualnya kembali ke lembaga-lembaga pemasyarakatan (penjara sebagai pelaksana hukuman mati, red).

Pfizer menegaskan pihaknya menawarkan produknya karena dapat digunakan untuk menyelamatkan nyawa atau memperbaiki kehidupan, dan dijual hanya agar dipergunakan seperti tercantum pada label kemasan.

Meskipun demikian, Pfizer menjamin produk-produknya tetap tersedia dan dapat diakses oleh praktisi medis dan pasien yang membutuhkannya setiap hari.

Kelompok-kelompok peduli HAM sejak lama menentang penggunaan obat-obatan dengan tujuan menghilangkan nyawa terpidana mati.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Saat Wali Kota Balikpapan Memilih Shalat pada Waktunya
Tulisan selanjutnya Dahnil Anzar Klarifikasi Peneror Tokoh Muhammadiyah Orang Tak Waras

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?