Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Inggris Keluar dari Eropa, Paus Ingatkan ‘Balkanisasi’

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 Juni 2016 10:00 10:00 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Juni 2016 09:39
Bagikan
Paus Fransiskus
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemimpin Katolik Roma, Paus Fransiskus hari Ahad (26/06/2016) mengingatkan bahaya “Balkanisasi” di benua Eropa sehubungan referendum di Inggris  yang memenangkan suara pendukung Inggris keluar dari Uni Eropa.

Balkanisasi atau pemisahan wilayah untuk menjadi negara baru mulai muncul pasca referendum di Inggris.

“Kita harus maju dengan Uni yang baru,” kata Paus kepada wartawan dalam pesawat yang membawanya pulang dari Armenia ke Roma, seperti dikutip dari Channel News Asia, Senin (27/06/2016).

Dinukil situs huffpost.com, Kepala Keuskupan Roma ini juga mengajak kepada Uni Eropa untuk memberi kebebasan dan kemerdekaan seluas-luasnya kepada negara-negara anggota Uni Eropa untuk menentukan nasib negara-negara yang tergabung.

Peringatan itu disampaikan pada saat jumpa pers yang dilaksanakan dalam pesawat saat perjalanan pulang beliau dari Armenia ke Roma. Paus Fransiskus mengingatkan kemungkinan terjadinya pemisahan beberapa wilayah seperti Skotlandia dan Catalonia, yang  di istilahkan dengan “balkanisasi” Eropa.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sebagaimana diketahui, tahun 90-an terjadi perang besar di wilayah Balkan (dahulu Yugoslavia), perang yang akhirnya menghancurkan Balkan dengan ditandai pembunuhan massal dan pembersihan etnis.

Perang ini berlanjut kepada proklamasi kemerdekaan Montenegro pada tahun 2006, selanjutnya Kosovo pada tahun 2008. Peta wilayah Balkan berubah dan batas-batas negara-negara serpihan baru pun terbentuk; ada Serbia, Bosnia dan Herzegovina, Montenegro, Macedonia, Kroasia, Slovenia dan Kosovo.

Tarbiyah Jihadiyah dan Pelajaran Pembantaian Muslim di Bosnia Herzegovina

Paus Fransiskus menegaskan, bahwa langkah yang harus diambil Eropa haruslah langkah-langkah kreatif dan berpisah secara sehat. Dengan kata lain, harus diberikan kebebasan dan kemerdekaan sebesar-besarnya kepada negara-negara anggota Uni Eropa untuk menentukan nasibnya.

Sebelumnya, Paus menyerukan-selama kunjungannya ke Armenia- agar semua penduduk Eropa memiliki semangat “tanggung jawab” pada tahap-tahap kritis yang sedang dilewati oleh benua Eropa saat ini.*/Kivlein Muhammad

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BalkanisasiEropainggrispaus FransiskusYugoslavia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menlu Palestina Riyad Al-Maliki Sambut Baik Normalisasi Hubungan Turki-Israel
Tulisan selanjutnya Vaksin Palsu Beredar 13 Tahun, Pengawasan Pemerintah Harus Dievaluasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Palestina Terkini

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis

Palestina Terkini
13 Juli 2026 05:55
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?