Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ghazwul Fikr

Tarbiyah Jihadiyah dan Pelajaran Pembantaian Muslim di Bosnia Herzegovina

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 Juni 2015 14:52 2:52 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 Juni 2015 05:15
Bagikan
Penyelidik PBB menemukan sebuah kuburan massal di Bosnia yang diduga mengandung sisa-sisa pembantaian pria Muslim yang melarikan diri Srebrenica
Bagikan

Oleh: Ady C. Effendy, MA

DALAM sejarah kaum Muslimin di Balkan merupakan salah satu kawasan terluar, dari Kekhilafahan Islam Usmaniyah, memperoleh tantangan yang sangat berat dari penjajahan oleh kerajaan-kerajaan non-Islam di masa lalu.

Setelah berada di bawah perlindungan Dinasti Usmaniyah dari 1463-1878M, Bosnia harus menerima kenyataan pahit dijajah oleh Kerajaan Austria-Hungaria dari tahun 1878-1919M, kemudian dibawah kerajaan Yugoslavia dari tahun 1919-1945M, hingga berganti sistem pemerintahan menjadi Republik Federal Yugoslavia dari tahun 1945-1990M, sebelum akhirnya terpecah.

Perpecahan politis ini kemudian diwarnai dengan berbagai pasang dan surut konflik dengan kelompok non-Muslim yang juga tinggal di kawasan yang sama.

Goncangan politik yang terjadi di Bosnia di dalam kurun waktu tiga tahun terakhir dibawah pemerintahan Khilafah Usmaniyah telah menimbulkan kerugian yang besar bagi bangsa Bosniak yang jumlahnya tidak kurang dari 694 ribu jiwa di tahun 1894.

Baca Juga

SPI: Feminisme Hanya Melestarikan Konflik!
Tuduh Islam Kaku, Dokter Muda Kristen Ini Terbungkam saat Dengar Hujjah Buya Hamka
Syubhat Seputar Al-Qur’an: Benarkah Ada 2 Surah yang “Hilang”?
Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 2)
Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 1)

Penduduk Bosnia yang tinggal di daratan Eropa dari Kekhilafahan Usmaniyah juga mengalami kerugian besar sebagai akibat dari Perang Rusia-Usmaniyah tahun 1877/1978M dan Perang Balkan yang terjadi pada tahun 1912/1913. Dibandingkan dengan jumlah penduduk Bosniak (suku asli negeri Bosnia yang mayoritas Muslim) yang ada saat ini, maka dapat diketahui bahwa sepertiga dari penduduk Bosniak telah berkurang sebagai akibat dari konflik etnis dengan tentara Serbia dan migrasi ke negara Turki.

Di masa lalu diketahui bahwa bangsa Bosnia di daratan Eropa dari Kekhilafahan Usmaniyah berselisih dengan tentara kekhilafahan Usmaniyah karena menolak pembentukan pasukan militer ataupun memakai kostum dan celana militer.

Alasan Muslim Bosnia menolak kedua hal ini adalah karena mereka memandang hal itu merupakan langkah-langkah tasyabbuh (menyerupai) dengan kaum non-Muslim. Karena itulah di masa itu, kaum Muslimin Bosnia tidak memandang sebagai sebuah kesalahan bagi mereka untuk menerima masuknya tentara berkostum Eropa dan persenjataannya.

Fatwa para ulama yang membolehkan hal ini (membentuk tentara dan berseragam militer) berhasil membantu menghilangkan pandangan yang kurang sesuai ini. Berbagai fatwa ulama yang mendukung pembentukan tentara guna mempertahankan wilayah ini dan jiwa kaum Muslimin ternyata berperan besar di masa mendatang dalam menjaga keberadaan Muslim di perbatasan Eropa ini.

Konflik etnis dan keagamaan terakhir yang terjadi pada kaum Muslimin Bosnia dari tahun 1992-1995 mencapai lebih 200.000 penduduk sipil bangsa Bosniak tewas dalam pembantaian dan sedikitnya 20.000 wanita Muslimah Bosniak diperkosa secara sistematis oleh Serbia. Sekitar 2 juta orang terpaksa mengungsi dari lokasi konflik dengan bermigrasi ke Turki atau negeri lainnya.  [Baca: Membantai Ratusan Ribu Muslim, Berdalih Membela Rakyat]

Peristiwa yang terjadi di penghujung abad Milennium sejarah manusia ini hendaklah menjadi pelajaran berharga bagi umat Islam di penjuru dunia, tidak terkecuali umat Islam Indonesia.

Umat Islam hendaklah selalu bersiaga dan waspada terhadap ancaman yang mungkin datang dari berbagai penjuru. Bukankah sebuah hadits dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam telah mengabarkan hal ini.

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ بِشْرٍ الْمَرْثَدِيُّ ، قَالَ : حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْجَعْدِ ، قَالَ : أَخْبَرَنِي الْمُبَارَكُ بْنُ فَضَالَةَ ، عَنْ مَرْزُوقٍ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ الْحِمْصِيِّ، عَنْ أَبِي أَسْمَاءَ الرَّحْبِيِّ ، عَنْ ثَوْبَانَ مَوْلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قال: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” يُوشِكُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمُ الأُمَمُ مِنْ كُلِّ أُفُقٍ كَمَا تَتَدَاعَى الأَكَلَةُ عَلَى قَصْعَتِهَا ، قُلْنَا : مِنْ قِلَّةٍ بِنَا يَوْمَئِذٍ ؟ قَالَ : لا ، أَنْتُم يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ ، وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ ، يَنْزَعُ اللَّهُ الْمَهَابَةَ مِنْ قُلُوبِ عَدُوِّكُمْ وَيَجْعَلُ فِي قُلُوبِكُمُ الْوَهَنَ ، قِيلَ : وَمَا الْوَهَنُ ؟ قَالَ : حُبُّ الْحَيَاةِ وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ ” .

Telah diriwayatkan dari Tsauban hamba Nabi saw bahwa beliau bersabda:

“Akan datang suatu masa di mana bangsa mengeroyok kalian seperti orang rakus merebutkan makanan di atas meja, ditanyakan (kepada rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam) apakah karena di saat itu jumlah kita sedikit? Jawab rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam, tidak bahkan kamu saat itu mayoritas tetapi kamu seperti buih di atas permukaan air banjir, hanya mengikuti kemana air banjir mengalir (artinya kamu hanya ikut-ikutan pendapat kebanyakan orang seakan-akan kamu tidak punya pedoman hidup) sungguh Allah telah mencabut rasa takut dari dada musuh-musuh kamu, dan mencampakkan di dalam hatimu ‘al-wahn’ ditanyakan (kepada Rasulullah) apakah al-wahn itu ya Rasulullah? Jawabnya: wahn adalah cinta dunia dan benci mati.” (Hadits Mursal diriwayatkan Ibn Hajar Al Asqalani dalam Tahzib al Tahzib Juz 8 hal 75).

Didalam hadits lain yang terkait pula:

Dari Ibnu ‘Umar Radhiyallahu ‘anhuma, ia menjelaskan bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا تَبَايَعْتُمْ بِالْعِيْنَةِ وَأَخَذْتُمْ أَذْنَابَ الْبَقَرِ وَرَضِيْتُمْ بِالزَّرْعِ وَتَرَكْتُمُ الْجِهَادَ، سَلَّطَ اللهُ عَلَيْكُمْ ذُلاًّ لاَ يَنْزِعُهُ حَتَّى تَرْجِعُوْا

إِلَى دِيْنِكُمْ.

 “Apabila kalian berjual beli dengan sistem ‘inah, kalian memegang ekor-ekor sapi, kalian ridha akan pertanian, dan kalian meninggalkan jihad, maka Allah akan menimpakan kehinaan pada kalian, (yang) tidak akan hilang kehinaan itu hingga kalian kembali kepada agama kalian.” [Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir (no. 423)].

epa02764194 (FILE) A file photo dated 11 July 2010 shows Bosnian Muslim women mourn over a casket during the funeral of 775 newly-identified Bosnian Muslims at the Potocari Memorial Center in Srebrenica, Bosnia and Herzegovina. The Srebrenica massacre of July 1995, when Bosnian-Serb troops deported and subsequently killed 8,000 men and boys, is regarded as the worst atrocity committed in Europe since World War II. Former Bosnian Serb general Ratko Mladic stands accused of masterminding the massacre with genocidal intent along with other atrocities during the 1992-1995 Bosnian civil war at the United Nations war crimes tribunal in The Hague, Netherlands.  EPA/FEHIM DEMIR *** Local Caption *** 00000402404574
Foto 11 Juli 2010 : Wanita Muslim Bosnia berduka diatas peti korban pembantaian Srebrenica. Lebih dari 15.000 Muslim Bosnia berkumpul guna menguburkan sisa-sisa 613 orang di Srebrenica memperingati ulang tahun ke-16 pembantaian dan pemerkosaan Muslim tahun 1995 [Foto: EPA]

Kedua hadits yang saling terkait ini mengingatkan akan pentingnya Tarbiyah Jihadiyah bagi kaum Muslimin. Di akhir zaman ini, umat Islam memang memiliki jumlah yang tidak sedikit, akan tetapi karena pemahaman mereka terhadap diin (agama) sangat minim dan segala kesenangan dunia seperti harta, anak-anak, jabatan dan wanita telah mereka nikmati, mereka jadi lupa dengan kematian dan bahkan membencinya. Hal ini menyebabkan lemahnya diri mereka dalam bersiaga mempersiapkan diri dari yang tidak terduga.

Hadits kedua juga menjelaskan bahwa kesibukan umat Islam bekerja dan kecintaan mereka hidup sebagai pekerja saja sementara melalaikan semangat juang mendakwahkan agama dan bersiaga juga mendatangkan kehinaan yang ditimpakan Allah Subhanahu Wata’ala agar mereka kembali kepada jalan yang benar mendakwahkan kembali ajaran Islam dan membelanya.

Kedua hadits ini juga secara implisit mengingatkan umat Islam bahwa jati diri umat Islam yang beriman kepada Allah Subhanahu Wata’ala dan Rasul-Nya telah menimbulkan kebencian di antara orang-orang yang tidak beriman, sehingga mereka akan selalu melancarkan makar-makar mereka guna memadamkan cahaya Allah di muka bumi, yakni dengan menghancurkan eksistensi umat Islam dimanapun mereka berada.

Sejarah yang dialami oleh kaum Muslimin di Balkan dan yang sedang dialami oleh umat Islam Rohingya ataupun kejadian-kejadian lainnya di Palestina dan sebagainya membuktikan dengan jelas nubuat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam tentang keadaan kaum Muslimin saat ini, di zaman kontemporer ini.

Tinggallah kita merenungi apakah kita masih terus rela menjadi orang-orang yang sekedar ‘memegangi buntut-buntut sapi’ dan puas menjadi ‘buih dari air banjir’ yang akan segera sirna dan ditimpakan kehinaan ataukah kembali ke jalan-Nya berdakwah dan bersiaga (ribath) di jalan Allah? Doha, Mei 2015

Penulis adalah Sekjen Indonesian Muslim Society in Qatar (IMSQA).  Alumni Master Masyarakat dan Pemikiran Islam, Universitas Hamad bin Khalifa, Qatar

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bosniakkhilafah utsmaniyahpalestinaPembantaian Muslim di Bosniapemerkosaan MuslimahRohingyaserbiatarbiyah jihadiyah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pakar Psikologi Forensik: “BMH Sahabat Tepercaya”
Tulisan selanjutnya Oknum Anggota AU – Kopassus Bertikai, Anggota DPR Ingatkan Doktrin Tri Dharma

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelGhazwul Fikr

Populernya Hamas, Meredupnya Otoritas Palestina dan Mahmoud Abbas

22 November 2023 12:10
ArtikelGhazwul Fikr

6 Narasi Sinisme Perjuangan Palestina = Propaganda Zionis

10 November 2023 16:45
Ghazwul FikrTsaqafah

Sekularisme dan Liberalisme  

2 Desember 2022 12:55
Ghazwul FikrTsaqafah

Membangun Peradaban Bermartabat

13 November 2022 09:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?