Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Austria akan Gugat Hungaria Soal Migran dan Pengungsi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 8 September 2016 07:21 7:21 am
Ama Farah
Dipublikasikan 8 September 2016 07:18
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Menteri Dalam Negeri Austria Wolfgang Sobotka hari Rabu (7/9/2016) mengatakan negaranya akan mengajukan gugatan hukum terhadap Hungaria, jika tetangganya itu menolak menampung kembali para migran dan pengungsi yang telah melintasi perbatasan.

Ketegangan soal imigrasi meningkat menjelang pemilu presiden 2 Oktober di Austria, yang menuding Hungaria membiarkan para migran (dan pengungsi) melintasi perbatasannya, yang demikian melanggar kesepakatan Uni Eropa soal penanganan para pencari suaka. Masalah imigran itu bisa menjadi peluru bagi Partai Kebebasan, parpol beraliran kanan-jauh anti-imigrasi, untuk memenangi pilpres dan menguasai pemerintahan di Wina.

“Negara-negara atau kelompok negara yang terus melangar hukum harus menghadapi konsekuensi legal,” kata Sobotka kepada radio ORF seperti dilansir Deutsche Welle. “Dalam hal ini, republik [Austria] harus menggugat. Republik ini harus memastikan bahwa Uni Eropa bertindak sesuai hukum, titik.”

Akan tetapi, tidak jelas apakah gugatan hukum oleh pemerintah Austria saat ini tersebut benar-benar akan ditindaklanjuti atau hanya sekedar retorika politik menjelang pilpres.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Berdasarkan “Regulasi Dublin”, negara anggota Uni Eropa di mana seseorang menginjakkan kakinya untuk pertama kali di wilayah UE harus menjadi pihak yang memproses aplikasi suaka orang tersebut.

Hungaria, yang akan menggelar referendum pada 2 Oktober guna memutuskan apakah akan menerima kebijakan kuota suaka yang ditetapkan UE, mengatakan bahwa para migran melewati wilayahnya setelah pertama kali tiba di Yunani –yang juga anggota UE– lalu menerabas rute Balkan untuk mencapai Eropa bagian utara.

Hungaria juga menyalahkan Jerman dan Austria atas kebijakan pintu terbuka bagi pengungsi kedua tetangganya itu, sehingga jutaan migran dari Timur Tengah, Afrika dan Asia berbondong-bondong menuju Eropa tahun talu.

Arus migran di rute Balkan berkurang setelah negara-negara di kawasan itu memilih menutup pintu-pintu perbatasannya bagi para migran dan pengungsi awal tahun ini, Austria menerapkan pembatasan yang lebih ketat dan UE-Turki sepakat untuk meredam arus pengungsi yang menyeberang ke Eropa melalui Turki.

Kebanyakan migran dan pengungsi yang tiba di Eropa bulan-bulan terakhir menyeberang ke Italia dari Libya dengan mengarungi Laut Mediterania (Laut Tengah).*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Penampungan Pengungsi Pertama di Paris akan Dibuka Pertengahan Oktober
Tulisan selanjutnya Ingin Terkenal, Dua Remaja Amerika Bunuh Orangtua dan Saudara Kandungnya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi

Berita
19 Oktober 2026 12:57
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000

Terbaru

  • Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan ‘Israel’ Bunuh 4 Warga Palestina
  • Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan
  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?