Hidayatullah.com—Bangunan bersejarah berupa sekolah khusus orang-orang kulit hitam di Virginia, Amerika Serikat, yang sedang direstorasi mengalami serangan vandalisme rasis dari penganut supremasi kulit putih.
Ashburn Colored School di Virginia, sekitar 50km arah barat Washington DC, dicoret-coret dengan gambar swastika dan slogan-slogan supremasi kulit putih.
Para pelajar setempat bergotong-royong merestorasi bangunan yang nyaris roboh itu, dengan harapan bisa dijadikan sebuah museum pendidikan.
Kelompok pelajar itu mengatakan sangat sedih melihat kerusakan yang dilakukan terhadap bangunan bersejarah tersebut.
Kantor Sheriff Loudoun County sudah mulai menyelidiki kasus itu, lapor BBC Ahad (2/10/2016).
“Vandalisme atas Old Ashburn School patut dikecam dan tidak akan ditoleransi di Loudoun County ini,” kata sheriff Mike Chapman.
Ashburn Colored School dibuka pada tahun 1892 khusus bagi pelajar kulit hitam di Loudoun County. Kala itu Amerika Serikat masih menerapkan segragasi rasial yang dikukuhkan lewat undang-undang.
Sekolah tersebut masih dibuka hingga akhir tahun 1950-an, beberapa tahun setelah Mahkamah Agung AS melarang segragasi dalam bidang pendidikan.
Salah seorang bekas murid di sekolah itu, Yvone Neal berkata, “Bangunan tersebut seperti landmark bagi kami yang bersekolah di sana.”
Di laman Facebook Ashburn Old School, kelompok pelajar yang ingin menjadikan bekas sekolah itu sebagai museum mengatakan bahwa serangan rasis tersebut tidak mematahkan semangat mereka, dan para pelajar, sukarelawan, serta masyarakat akan bekerja lebih keras untuk mewujudkan keinginan mereka merenovasi bangunan sekolah bersejarah itu.
Pihak penyelenggara memperkirakan total biaya yang diperlukan untuk merenovasi sekolah tersebut mencapai $100.000. Mereka kabarnya telah berhasil mengumpulkan dana $21.000.*