Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Sekutu Politik Putin: Rakyat Amerika Jangan Pilih Presiden Wanita Supaya Tak Terjadi Perang Nuklir

Ama Farah
Terakhir diupdate: 13 Oktober 2016 06:25 6:25 am
Ama Farah
Dipublikasikan 13 Oktober 2016 06:25
Bagikan
Vladimir Zhirinovsky.
Bagikan

Hidayatullah.com—Rakyat Amerika Serikat harus memilih Donald Trump dalam pemilu presiden bulan depan, jika tidak maka negaranya terancam menghadapi perang nuklir. Demikian menurut pendapat seorang politisi ultra-nasionalis sekutu Presiden Rusia Vladimir Putin yang senang menyamakan dirinya dengan capres AS dari Partai Republik itu.

Vladimir Zhirinovsky, seorang anggota parlemen kawakan Rusia yang dikenal dengan komentar-komentar pedasnya, dalam wawancara kepada Reuters mengatakan bahwa Trump satu-satunya orang yang dapat meredam ketegangan antara Moskow dengan Washington.

Sebaliknya, menurut Zhirinovsky, Hillary Clinton justru akan memicu Perang Dunia III.

Perlu diketahui, di Rusia Zhirinovsky dikenal sebagai “ikan badut” yang sering mengeluarkan pernyataan-pernyataan kontroversial untuk menarik perhatian. Namun, dia juga dikenal sebagai orang yang setia menjalankan perintah Kremlin, dan terkadang dipakai untuk menyuarakan pemikiran radikal dalam rangka menguji reaksi publik. Namun, berbeda dengan Donald Trump, yang merupakan pengusaha properti dan menyebut dirinya sebagai anti kemapanan dan mencalonkan diri sebagai capres AS tanpa bermodalkan karir politik sedikit pun, Zhirinovsky adalah politisi Rusia yang malang-melintang di Duma selama lebih dari dua dekade.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Hubungan antara Rusia dan Amerika Serikat tidak bisa terus memburuk. Satu-satunya jalan yang bisa membuatnya bertambah buruk adalah jika perang dimulai,” kata Zhirinovsky berbicara di kantornya yang sangat luas di lantai 10 gedung majelis rendah parlemen Rusia alias Duma.

“Rakyat Amerika yang akan memilih presiden pada 8 Nov harus menyadari bahwa mereka memilih demi perdamaian di Planet Bumi jika memilih Trump. Tetapi jika mereka memilih Hillary, itu artinya perang. Akan jadi film pendek. Di mana-mana akan terjadi Hiroshima dan Nagasaki,” kata Zhirinovsky seperti dilansir Reuters Rabu (12/10/2016).

Sama seperti pendapat Trump agar Amerika mendirikan tembok beton berduri di perbatasan dengan Meksiko guna mencegah imigran masuk, Zhirinovsky pernah mengusulkan agar menghalangi daerah selatan Rusia yang mayoritas berpenduduk Muslim dengan pagar berduri.

Presiden Putin pernah memuji Trump sebagai “orang berbakat”, sementara miliuner propeti itu mengatakan bos Rusia tersebut adalah seorang pemimpin yang lebih baik ketimbang Barack Obama.

Dalam salah satu komentarnya untuk menyenangkan Moskow, Trump pernah mempertanyakan apa artinya keberadaan pasukan NATO di Ukraina, negara bekas pecahan Uni Soviet yang sedang berkonflik senjata dengan Rusia terkait wilayah Krimea. Menurut Trump, Amerika Serikat jika berada di bawah kepemimpinan tidak akan terlalu sibuk mencampuri urusan negara lain.

“Dia [Trump] tidak peduli soal Suriah, Libya dan Iraq, dan kenapa juga Amerika harus ikut campur di dalam negara-negara itu, serta Ukraina. Siapa yang butuh Ukraina?” kata Zhirinovsky, yang pernah menyebut dirinya akrab dengan Saddam Hussein dan Muammar Qadhafi, yang kematian keduanya masih diratapinya.

Di lain pihak, Hillary Clinton pernah mengeluarkan komentar yang mempertanyakan mengapa sepertinya Donald Trump berakrab-akrab dengan Moskow. Dia menduga Trump ada kepentingan bisnis dengan negeri beruang merah itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Libatkan 40 Ribu Santri, Kemenag Canangkan Budaya Menulis Mushaf Al-Qur’an
Tulisan selanjutnya Tiga Rahasia Kehebatan Sahabat Nabi Menurut Pakar Tafsir Al-Qur’an

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Berita
14 Juli 2026 21:00
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?