Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Nasionalis Serbia Penyangkal Genosida Terpilih Jadi Walikota Srebrenica

Ama Farah
Terakhir diupdate: 18 Oktober 2016 17:53 5:53 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 18 Oktober 2016 17:53
Bagikan
Kota Srebrenica dan Mladen Grujicic (lingkaran).
Bagikan

Hidayatullah.com—Mladen Grujicic, etnis Serbia yang tinggal di Bosnie, terpilih sebagai walikota Srebrenica, kota di mana ribuan Muslim Bosnia dibunuh oleh pasukan Serbia saat perang di era 1990-an.

Grujicic adalah nasionalis Serbia pertama yang memegang jabatan itu dan memenangi lebih dari 54% suara dalam pemilu, lapor Euronews Selasa (18/10/2016).

Camil Durakovic, walikota Muslim yang segera digantikan oleh Grujicic, mengeluhkan penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dalam pemilihan umum dan memperingatkan kemungukinan terjadinya diskriminasi atas orang-orang Bosnia (Bosniak) di kota yang pernah menyaksikan kekejaman tentara Salib Serbia itu.

Grujicic, yang menyangkal telah terjadi genosida di Srebrenica atas Muslim Bosnia oleh pasukan Serbia, berusaha meyakinkan publik bahwa pemerintah kota akan terus melanjutkan tradisi peringatan pembunuhan massal itu sambil berusaha mempertahankan keharmonisan masyarakat.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Keluarga dan kerabat korban genosida oleh pasukan Serbia mengatakan hasil pemilihan walikota itu menimbulkan kekhawatiran.

Tahun ini ketegangan di Bosnia meningkat setelah orang-orang Serbia di Bosnia memutuskan untuk tetap merayakan “hari nasional” mereka melalui plebisit, meskipun pemungutan suara rakyat itu dinyatakan ilegal oleh pemerintah pusat Bosnia di Sarajevo.

Perjanjian damai Dayton yang mengakhiri perang pada 1995 membagi wilayah Bosnia menjadi dua daerah semi-independen, yaitu Republika Srpska (RS) yang dikendalikan oleh etnis Serbia dan federasi Muslim Kroasia.

Selama tergabung dalam negara Yugoslavia, warga Muslim tidak dapat menjalankan perintah agamanya secara bebas, seperti yang dialami oleh negara-negara lain yang dikuasai pemerintah komunis dan sosialis kala itu. Akibatnya, Muslim di sana nyaris kehilangan identitasnya dan justru mengikuti budaya yang tidak sejalan dengan Islam, termasuk maraknya pernikahan dengan non-Muslim.

Ketika Yugoslavia pecah, seiring dengan runtuhnya ideologi komunis dan sosialis di Eropa Timur, negara-negara yang tergabung dalam federasi itu saling berperang dengan mengusung bendera identitas suku dan agamanya masing-masing. Peperangan antara Muslim Bosnia sebagai etnis minoritas dan etnis Serbia yang mayoritas dan penganut Kristen termasuk pertempuran yang paling mengerikan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Di Texas Pengungsi Asal Iraq Mengaku Bersalah Berusaha Bergabung dengan ISIS
Tulisan selanjutnya FSLDK Indonesia Ajak Masyarakat Dukung Ulama Demi Menjaga Harmonisasi Kehidupan Beragama

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?