Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mufti Wilayah Persekutuan Malaysia: Ada Upaya Memisah Negara agar tak Stabil

Ahmad
Terakhir diupdate: 17 November 2016 10:10 10:10 am
Ahmad
Dipublikasikan 17 November 2016 10:10
Bagikan
Seminar Pengukuhan Akidah Ahli Sunnah Wal Jamaah dalam Dunia Melayu di Melaka-Malaysia, Kamis (17/11/2016).
Bagikan

Hidayatullah.com– Sejak abad ke-19 M dengan ditandai runtuhnya Kerajaan Utsmani Turki, umat Islam secara umum mengalami masa kelam.

Saat itulah kolonialisasi negara Barat terhadap negara-negara Muslim dilakukan sehingga mempengaruhi banyak hal. Inilah salah satu tantangan Ahlus Sunnah wal Jamaah.

Demikian dijelaskan oleh Dato’ Dr H Zulkifli bin Mohammad al-Bakri, Mufti Wilayah Persekutuan Malaysia, pada Seminar “Pengukuhan Akidah Ahli Sunnah Wal Jamaah dalam Dunia Melayu” di Melaka-Malaysia, Kamis (17/11/2016).

Dalam seminar yang dihadiri oleh peserta dari Indonesia, Singapura, Sri Lanka, Brunei, dan Thailand ini, Dato’ Zulkifli menegaskan, pasca kolonialisasi, negara-negara Islam dibuat blok-blok.

“Negara Islam ada yang ke blok Barat dan ada yang blok ke Rusia. Dengan ini, negara Islam dibuat tidak stabil. Lihat seperti yang terjadi di Suriah, Iraq, Yaman, dan lain-lain,” terangnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Maka, tantangan umat Ahlus Sunnah antara lain adalah; negara-negara Islam tidak ada kesatuan dan umat Islam dibuat terus dalam kejahilan.

“Umat Islam jumlahnya hampir sepertiga penduduk dunia, tetapi kita dapati umat Ahlus Sunnah tidak bermakna,” tambahnya.

Dato Zulkifli mengatakan, Barat menjajah Islam dengan membawa tiga G; Gold, Glory, dan Gospel. Karena itu para penjajah tersebut membangun seminari-seminari. Juga membawa faham sekularisme.

“Dalam situasi ini apa peranan Ahlus Sunnah? Tiada lain harus mengokohkan ilmu kita,” tambahnya.

Jalan Keluar

Menurut Dato’ Zulkifli, jalan keluar dari semua ini telah diasaskan oleh para pendahulu. Yakni, kembali kepada asal Islam, karena mereka memberi teladan yang baik.

“Kembali kepada asholah-lah kita akan maju,” jelasnya.

Ciri khas Ahlus Sunnah menurutnya adalah wasathi (tengah-tengah), tidak radikal dan tidak lembek mengabaikan syariah.

Seminar ini merupakan rangkaian dari konferensi Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) ke-17, dihadiri oleh orang-orang Melayu yang tersebar di berbagai negara.

Selain Mufti Wilayah Persekutuan, narasumber lain yang memberi materi adalah Prof Dr Wan Suhaimi Wan Abdullah dari CASIS UTM Malaysia.

Juga Ustadz Ahmad Hafiz bin Hj Mohd Alwi dari Pusat Pendidikan Ar Rifa’i Selangor dan Dr Zainal Abidin Bilfaqih (Direktur Pascasarjana INI Dalwa Bangil Indonesia).*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ahlus Sunnah Wal Jama’ahamalDato' Zulkifli bin Mohammad al-BakriDMDIilmuIslam WasathiyahkolonialismeKonferensi Dunia Melayu Dunia IslamMalaysiamelayuMuftinegara Islamorang MelayupenjajahanPersatuan IslamWilayah Persekutuan Malaysia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ulama Sesungguhnya
Tulisan selanjutnya DPR Berharap Kasus Penistaan Agama Jadi Pelajaran Semua Pihak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?