Hidayatullah.com–Panglima Angkatan Tentera Malaysia (ATM), Jenderal Tan Sri Zulkifeli Mohd Zin mengadakan pertemuan dengan Presiden Myanmar, Htin Kyaw di kediaman presiden di Naypyitaw, Myanmar, belum lama ini membahas isu Rohingya.
Menurut laporan Myanmar Times, pertemuan itu bertujuan meredakan ketegangan susulan hubungan Malaysia-Myanmar yang dikatakan terpengaruh akibat kritik keras Perdana Menteri Malaysia Najib Abdul Razak pada Aksi Solidarita Ummah untuk Rohingya yang diadakan di Kuala Lumpur pada Minggu lalu.
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor kepala militer Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing mengklaim tidak ada pelanggaran hak asasi manusia telah dilakukan ke atas etnis Islam Rohingya di negara itu.
Pihak berwenang Myanmar juga menurutnya tidak bisa menipu dalam isu itu menyusul fokus media lokal dan internasional dalam isu tersebut.
Myanmar dan Malaysia mengalami sedikit ketegangan pasca Kehadiran Perdana Menteri Malaysia Najib Abdul Razak dalam demonstrasi solidaritas Rohingya di Kuala Lumpur.
Akibat pernyataan itu, Myanmar memutuskan untuk menghentikan pengiriman pekerja negara itu ke Malaysia.
Pertemuan Tan Sri Zulkifeli Mohd Zin dengan Htin Kyaw di kediaman presiden di Naypyitaw diharapkan meredakan ketegangan keduanya.
Sebelumnya, hari Ahad, (04/12/2016) puluhan ribu orang menghadiri demonstrasi di Stadion Titiwangsa mengecam aksi pembantaian etnis Muslim Rohingya di Myanmar.
Hadi dalam acara itu PM Najib Razak bersama Wakil Perdana Menteri Ahmad Zahid Hamidi, Menteri Luar Negeri Anifah Aman, sejumlah anggota kabinet lain dan Presiden Partai Islam Se-Malaysia (PAS) Abdul Hadi Awang juga menghadiri acara yang oleh Najib Razak disebutnya sebagai “pembersihan etnik” minoritas Muslim Rohingya yang tinggal di Negara Bagian Rakhine, Myanmar.*