Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pejabat Uni Eropa Disuap Azerbaijan dengan Barang Mewah Hingga Pelacur

Ama Farah
Terakhir diupdate: 28 April 2018 15:42 3:42 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 26 April 2018 11:40
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Investigasi terhadap dugaan korupsi di lingkungan Council of Europe Parliamentary Assembly (PACE) berhasil mengungkap “ada kecurigaan kuat” bahwa sejumlah pejabat petahana dan mantan anggota dewan itu telah melanggar aturan dan “terlibat dalam aktivitas yang bersifat koruptif” dalam kaitannya dengan upaya Azerbaijan menghapus catatan hitam pelanggaran hak asasi manusia.

Dilansir Euronews, laporan setebal 198 halaman itu yang dipublikasikan hari Ahad (22/4/2018) itu menyebutkan sejumlah individu telah menerima suap dari pemerintah Azerbaijan dalam bentuk penginapan di hotel mewah, barang-barang super mahal dan bahkan pelacur yang disediakan para pelobi negara itu.

Merujuk investigasi sebelumnya pada tahun 2016 laporan itu menyebutkan, “Karpet-karpet mahal berharga ribuan euro diberikan sebagai hadiah; begitu banyaknya sampai-sampai kantor Kedutaan Azerbaijan menyediakan ruang tersendiri untuk menyimpannya.”

Laporan itu menyoroti “kurangnya transparansi dan regulasi yang layak” dana penunjukan komite Monitoring and Rules serta proses pemungutan suara yang membuka pintu bagi praktek memberi dan menerima suap.

Penyelidikan itu dipicu oleh skandal “Caviargate” 2013, yang mengindikasikan anggota-anggota dewan itu menerima suap agar menolak laporan yang menyebutkan soal eksistensi tahanan-tahanan politik di Azerbaijan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Michele Nicoletti, yang terpilih sebagai presiden PACE pada bulan Januari, kepada para reporter hari Ahad lalu mengatakan, “Anggota-anggota parlemen yang terlibat telah diminta untuk menghentikan aktivitas mereka sementara sebuah komite (PACE) mengkaji situasi mereka kasus per kasus.”

PACE dibentuk dengan tujuan menegakkan hukum dan HAM di benua Eropa. Anggotanya terdiri dari 324 anggota parlemen dari 47 negara anggota, yang 28 di antaranya merupakan anggota Uni Eropa.

Kelompok antikorupsi global Transparency International menyambut baik hasil investigasi itu, yang di dalamnya menyebut soal keterkaitan mantan presiden PACE Pedro Agramunt dengan Azerbaijan dan perusahaan minyak negara itu, SOCAR.

Penasihat hukum Adam Foldes kepada Euronews mengatakan, “Para penyidik di balik laporan ini tidak dapat menyita bukti-bukti atau memaksa saksi untuk membuat pernyataan. Meskipun demikian, berdasarkan bukti kuat dugaan korupsi yang dipaparkan dalam laporan ini, pihak berwenang di negara manapun yang yuridiksinya terbuka untuk melakukan investigasi maka harus melakukan penyelidikan.”

Laporan tersebut muncul enam bulan setelah naggota-anggota dewan sepakat untuk memperketat aturan berperilaku dalam organisasi. Berdasarkan aturan baru, setiap anggota wajib bersumpah tidak akan memberikan janji, memberikan sesuatu, meminta atau menerima sesuatu, sebagai kompensasi dari apa yang menjadi tugasnya. Mereka juga diharuskan menyerahkan pernyataan perihal kemungkinan konflik kepentingan dalam pelaksanaan tugasnya di setiap awal sesi tahunan. Nantinya tim pemantau dan pelapor akan menindaklanjuti pernyataan yang mereka buat.

Peraturan baru itu juga membatasi akses pihak ketiga ke lingungan kantor PACE di Strasbourg dan memastikan bekas anggota-anggotanya tidak terlibat menjadi konsultan berbayar dengan memanfaatkan posisinya sebagai bekas anggota dewan tersebut.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Azerbaijanbarang mewahCouncil of Europe Parliamentary AssemblyKorupsiPACEpelacurskandal CaviargateUni Eropa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Sidik Jari” Mossad dalam Pembunuhan Cendekiawan Muslim
Tulisan selanjutnya Merendahkan Orang Mukmin

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Berita
2 September 2026 20:14
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

Terbaru

  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?