Hidayatullah.com—Diperkirakan sekitar 50.000 warga Muslim Rohingya melarikan ke Bangladesh untuk mencari perlindungan setelah menjadi korban kekejaman tentara Myanmar.
Kementerian Luar Negara Bangladesh belum lama ini memanggil Duta Besar Myanmar untuk menyatakan keprihatinan mendalam tentang kehadiran pengungsi secara berkelanjutan.
Lebih malang ketika melibatkan puluhan ribu etnis minoritas Rohingya yang tidak memiliki negara untuk memasuki kawasan.
“Kami menginformasikan bahwa setidaknya 50.000 warga Myanmar mendapatkan perlindungan di Bangladesh sejak 9 Oktober 2016,” kata pernyataan kementerian itu Bangladesh Kamis (29/12/2016) dikutip aseanbreakingnews.com.
Bangladesh meningkatkan patroli untuk mencoba mengekang arus pengungsi yang menyeberangi perbatasan sejak mencuatnya kerusuhan di negara bagian Rakhine di Myanmar pada awal Oktober.
Rakhine adalah wilayah yang berbatasan dengan Bangladesh dan menjadi pemukiman penduduk Rohingya yang dibenci oleh kebanyakan mayoritas Buddha di Myanmar.
Dhaka meminta pemulangan kembali semua penduduk Myanmar yang tinggal di negara yang mayoritas penduduknya adalah umat Islam itu, termasuk sekitar 300.000 warga Rohingya. Sebagian besar di antaranya tinggal secara ilegal.
Seorang juru bicara Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi UNHCR mengatakan kepada AFP sedikitnya 43.000 etnis Rohingya mencari perlindungan di Bangladesh sejak Oktober.
Sebelumnya, dilaporkan sekitar 100.000 orang Rohingya masih tinggal di kamp-kamp setelah kekerasan meletus pada tahun 2012 memaksa mereka untuk meninggalkan kediaman masing-masing.*