Hidayatullah.com—Kementerian Dalam Negeri Mesir mengatakan pihaknya telah membunuh seorang tokoh terkemuka kelompok bersenjata Ansar Bait Al-Maqdis dalam pernyerbuan terhadap sebuah rumah di Sinai Utara.
Lewat pernyataan yang dimuat di laman Facebook itu, kementerian mengatakan polisi menerima informasi tentang keberadaan Hamdan Hussein di Sinai Utara yang bermukim di kota Al-Arish, lapor Ahram Online.
Informasi itu, menurut kementerian, mengungkap bahwa Hussein adalah orang yang meletakkan sejumlah bom di jalanan guna menarget kendaraan aparat keamanan dan memimpin serangan pekan lalu di depan sebuah pos pemeriksaan keamanan di sebuah rumah sakit umum di Al-Arish yang menewaskan seorang polisi.
Begitu polisi menerima izin dari kejaksaan khusus keamanan negara untuk menggerebek rumah Hussein, petugas berusaha menangkap pria kelahiran 1978 itu di rumahnya.
Menurut pernyataan kementerian tersebut, Hussein memulai tembakan ke arah polisi, memicu baku-tembak di antara mereka yang berujung pada kematian tokoh Ansar Bait Al-Maqdis tersebut.
Sebuah senjata api otomatis beserta pelurunya di temukan bersama si mayat.
Kelompok militan itu mengklaim sebagai pelaku kebanyakan serangan terhadap aparat keamanan dan instalasi di Sinai Utara.
Pekan lalu, dua serangan terpisah di pos pemeriksaan di Sinai Utara menewaskan delapan polisi dan satu warga sipil, serta mencederai 11 polisi dan 10 orang sipil.*