Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Disinyalir Diberi Pakan Zat Aditif, Rusia Larang Masuk Daging Sapi New Zealand

Ama Farah
Terakhir diupdate: 4 Februari 2017 13:28 1:28 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 4 Februari 2017 13:27
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pengawas keselamatan agrikultur di Rusia memberlakukan larangan masuk sementara bagi daging sapi impor dan produk-produk daging sapi lainnya dari New Zealand, berlaku efektif mulai 6 Februari 2017.

“Kebijakan itu diambil setelah pakan mengandung zat aditif Ractopamine, stimulan untuk menggenjot pertumbuhan otot, ditemukan di sejumlah sampel,” kata seorang juru bicara dari lembaga itu, dilansir RT hari Jumat (3/2/2017).

Pengawas pertanian Rusia itu juga mengatakan bahwa pihaknya kemungkinan juga akan melarang impor ikan dari New Zealand, sebab ditemukan jejak merkuri dari sebagian suplai yang dikirim.

New Zealand bukan satu-satunya negara yang menghadapi larangan impor oleh Rusia. Moskow sebelumnya mengambil kebijakan serupa pada tahun 2014, dalam rangka sanksi terhadap AS dan Uni Eropa serta sekutu-sekutu mereka berkaitan dengan krisis Ukraina.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Larangan impor daging sapi itu diperkirakan akan menibulkan kekacauan, karena tidak diketahui batas akhirnya. Namun, begitulah realitas di bisnis makanan, kata utusan khusus perdagangan agrikultur Mike Petersen kepada Radio New Zealand.

Larangan itu tidak akan mempengaruhi hubungan dagang New Zealand dengan Moskow, kata Petersen, seraya menambahkan bahwa pengujian lebih lanjut akan membuktikan daging sapi asal New Zealand bersih.

Zat aditif Ractopamine tidak terdaftar di New Zealand untuk digunakan sebagai pakan ternak sapi, menurut juru bicara dari Kementerian Industri Primer NZ.

“Standar pangan New Zealand termasuk yang tertinggi di dunia, dan kami berkomitmen untuk memproduksi daging berkualitas tinggi dan aman untuk konsumen dalam negeri maupun luar negeri,” kata jubir itu.

Zat stimulan Ractopamine diperbolehkan dipakai untuk pakan babi di New Zealand, tetapi dilarang untuk pakan sapi atau domba, menurut keterangan Tim Ritchie, kepala eksekutif Meat Industry Association (MPI).

“Sepanjang sepengetahuan saya tidak ada komunikasi formal melalui saluran regulasi normal,” kata Ritchie, menekankan bahwa menurut penelitian MPI tidak ada residu Ractopamine yang ditemukan.

Pengawas pangan Rusia Rosselkhoznadzor mengatakan pihaknya sudah meminta otoritas New Zealand agar melakukan konsultasi perihal masalah tersebut.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hakim Federal Hentikan Sementara Perintah Trump Soal Larangan Masuk Warga 7 Negara Muslim
Tulisan selanjutnya Bela KH Ma’ruf, Ulama Madura dan Tapal Kuda Jatim Desak Kapolri Tahan Ahok

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?