Hidayatullah.com—Pengawas keselamatan agrikultur di Rusia memberlakukan larangan masuk sementara bagi daging sapi impor dan produk-produk daging sapi lainnya dari New Zealand, berlaku efektif mulai 6 Februari 2017.
“Kebijakan itu diambil setelah pakan mengandung zat aditif Ractopamine, stimulan untuk menggenjot pertumbuhan otot, ditemukan di sejumlah sampel,” kata seorang juru bicara dari lembaga itu, dilansir RT hari Jumat (3/2/2017).
Pengawas pertanian Rusia itu juga mengatakan bahwa pihaknya kemungkinan juga akan melarang impor ikan dari New Zealand, sebab ditemukan jejak merkuri dari sebagian suplai yang dikirim.
New Zealand bukan satu-satunya negara yang menghadapi larangan impor oleh Rusia. Moskow sebelumnya mengambil kebijakan serupa pada tahun 2014, dalam rangka sanksi terhadap AS dan Uni Eropa serta sekutu-sekutu mereka berkaitan dengan krisis Ukraina.
Larangan impor daging sapi itu diperkirakan akan menibulkan kekacauan, karena tidak diketahui batas akhirnya. Namun, begitulah realitas di bisnis makanan, kata utusan khusus perdagangan agrikultur Mike Petersen kepada Radio New Zealand.
Larangan itu tidak akan mempengaruhi hubungan dagang New Zealand dengan Moskow, kata Petersen, seraya menambahkan bahwa pengujian lebih lanjut akan membuktikan daging sapi asal New Zealand bersih.
Zat aditif Ractopamine tidak terdaftar di New Zealand untuk digunakan sebagai pakan ternak sapi, menurut juru bicara dari Kementerian Industri Primer NZ.
“Standar pangan New Zealand termasuk yang tertinggi di dunia, dan kami berkomitmen untuk memproduksi daging berkualitas tinggi dan aman untuk konsumen dalam negeri maupun luar negeri,” kata jubir itu.
Zat stimulan Ractopamine diperbolehkan dipakai untuk pakan babi di New Zealand, tetapi dilarang untuk pakan sapi atau domba, menurut keterangan Tim Ritchie, kepala eksekutif Meat Industry Association (MPI).
“Sepanjang sepengetahuan saya tidak ada komunikasi formal melalui saluran regulasi normal,” kata Ritchie, menekankan bahwa menurut penelitian MPI tidak ada residu Ractopamine yang ditemukan.
Pengawas pangan Rusia Rosselkhoznadzor mengatakan pihaknya sudah meminta otoritas New Zealand agar melakukan konsultasi perihal masalah tersebut.*