Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Coronavirus P1 Ditemukan di Belasan Negara yang Tidak Masuk Daftar Merah Inggris

Ama Farah
Terakhir diupdate: 2 Maret 2021 07:41 7:41 am
Ama Farah
Dipublikasikan 2 Maret 2021 07:41
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Coronavirus P1 yang pertama kali terdeteksi di Brazil telah ditemukan sedikitnya di 15 negara yang tidak termasuk dalam daftar merah pemerintah Inggris.

Enam kasus P1, yang berasal dari Manaus di sekitar sungai Amazon, belum lama ini terdeteksi di Inggris – tiga di England dan tiga di Skotlandia.

Residen yang datang dari negara dalam daftar merah Inggris, seperti Brazil atau Afrika Selatan, wajib menjalani karantina di hotel, sedangkan non-residen sama sekali dilarang bepergian ke England. Di Skotlandia, semua penumpang dari penerbangan luar negeri harus menjalani karantina. Tiga kasus P1 yang terjadi di Skotlandia terdiri dari residen yang terbang ke Aberdeen dari Brazil lewat Paris dan London, menurut pemerintah Skotlandia.

Namun menurut Dr Julian Tang, ahli virologi Inggris dan honorary associate professor di University of Leicester, upaya pemerintah lewat daftar merah dan karantina wajib untuk mencegah masuknya P1, yang jauh lebih cepat menular dibanding varian coronavirus sebelumnya, menjadi kurang efektif karena ternyata menurut Organisasi Kesehatan Dunia virus itu telah menjangkiti orang-orang di sedikitnya 15 negara yang tidak termasuk dalam daftar merah Inggris. Negara-negara itu antara lain Kanada, Amerika Serikat, Prancis, Jerman, Spanyol, Jepang, Meksiko, India, Italia, dan Republik Korea.

WHO mengatakan bahwa keberadaan P1 juga diduga kuat meluas di China, Kroasia, Irlandia, Swedia, Swiss dan Turki, yang semuanya masih dalam tahap verifikasi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Pembatasan perjalanan internasional dari negara daftar merah mungkin bisa memperlambat masuknya varian baru dari negara lain, tetapi pada akhirnya, varian-varian itu kemungkinan besar akan menyebar ke negara non-daftar merah – kemudian dari sana masuk ke Inggris – karena lain negara kemungkinan berbeda pula daftar merahnya, ” papar Tang seperti dilansir The Guardian Senin (1/3/2021).*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Brazilcoronaviruscovid-19inggrisP1
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PWNU Jatim Tolak Legalisasi Investasi Miras, Dorong PBNU Tegas pada Pemerintah
Tulisan selanjutnya myanmar Kudeta Myanmar: Bagaimana Kekuatan Global Mengecewakan Muslim Rohingya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?