Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Menyusul Pencabutan Sanksi Atas Iran, Penjualan Karpet Persia Melonjak di Amerika Serikat

Ama Farah
Terakhir diupdate: 20 Februari 2017 08:55 8:55 am
Ama Farah
Dipublikasikan 20 Februari 2017 08:55
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Karpet-karpet Persia bernilai hampir $69 juta diekspor ke Amerika Serikat pada kurun 10 bulan pertama penanggalan Iran yang berakhir 19 Januari lalu, kata Hamid Kargar pimpinan Pusat Karpet Nasional Iran.

Tahun sebelumnya tidak ada karpet Persia yang diekspor, lapor media lokal seperti dilansir RT Jumat (17/2/2016).

Iran mengekspor karpet-karpet tradisional hasil rajutan tangan ke Amerika Serikat segera setelah sanksi internasional atas negara itu terkait program nuklirnya dicabut.

Amerika Serikat memberlakukan larangan impor karpet Iran berserta barang-barang lainnya pada bulan September 2010. Akibat embargo ini, tidak ada seorangpun warga Amerika yang diperbolehkan membeli, menjual atau mengimpor karpet-karpet Persia, bahkan meskipun mereka membelinya dari selain negara Iran.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Embargo itu menyebabkan penurunan 30 persen ekspor karpet Iran.

Di Amerika Serikat, karpet Persia dijual perlembar dengan harga $5.000 sampai $200.000 tergantung material yang dipakai, desain, serta kerumitan pembuatannya, lapor PressTV.

Industri kerajinan tangan di Iran mempekerjakan sekitar 700.000 penjalin karpet, yang bekerja purnawaktu.

Iran mengekspor karpet senilai $275 juta ke 80 negara di dunia. Angka itu naik 19 persen pada periode yang sama dari tahun lalu, kata Kargar.

Namun, di masa pemerintahan Donald Trump ini, pebisnis Iran khawatir akan ada pengetatan aturan impor baru oleh Gedung Putih. Sebagaimana diketahui, Trump menentang kesepakatan nuklir dengan Iran yang diteken Presiden Obama, yang konsekuensinya antara lain pelonggaran dan pencabutan berbagai sanksi atas negeri Persia itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Aktivis Anti Putin Tinggalkan Rusia Setelah Sakit karena Diracun
Tulisan selanjutnya Mekanisme Peminjaman Rekening pada GNPF-MUI Dinilai Sesuai Prosedur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?