Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Berkunjung ke Australia, Netanyahu Hindari Langit Indonesia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 Februari 2017 12:30 12:30 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 Februari 2017 12:29
Bagikan
Maskapai El Al
Bagikan

Hidayatullah.com–Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terbang dua jam lebih lama dari Singapura menuju Australia. Pesawat yang ditumpanginya dikabarkan harus terbang memutar guna menghindari langit Indonesia.

Pesawat maskapai El Al yang ditumpanginya terpaksa terbang memutar menuju Sydney dengan waktu tempuh lebih dari 11 jam untuk menghindari langit Indonesia.

Seperti yang diberitakan Guardian, Netanyahu bertolak dari Singapura menuju Sydney, Australia, untuk kunjungan selama empat hari, Selasa (22/02/2017) kemarin.

Seharusnya penerbangan antara kedua kota memakan waktu hingga delapan jam. Namun menurut situs Flight Aware dikutip DW yang melacak keberadaan semua pesawat terbang komersil, durasi penerbangan pesawat Netanyahu melebihi sebelas jam.

Kepada media delegasi Israel membenarkan rute yang diambil memutari wilayah udara Indonesia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Penerbangan untuk kepala negara Israel itu dioperasikan oleh maskapai El Al, yang dilarang memasuki kawasan udara banyak negara Muslim, termasuk misalnya Pakistan.

Baca: Benyamin Netanyahu Pidato Kontroversial, Sudutkan Muslim terlibat Holocaust

PM Netanyahu tiba di Sydney pada Rabu pukul 06.30 waktu setempat. Kunjungannya ke Negeri Kanguru itu tergolong bersejarah karena untuk pertama kalinya seorang PM Israel menginjakkan kaki di Australia.

Tidak ada penjelasan dari Israel terkait dengan rute penerbangan tersebut.

Indonesia-Israel

Indonesia sendiri merupakan rumah bagi populasi muslim terbesar di dunia. Dan RI sejauh ini konsisten mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina.

Di lain sisi, Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Pada Maret 2016 lalu, PM Netanyahu sempat menyerukan agar kedua negara membuka hubungan diplomatik dengan alasan ada banyak peluang untuk kerja sama bilateral terutama dalam lini teknologi.

Kendati tidak memiliki hubungan diplomatik, Indonesia tetap menjalin kerjasama perdagangan dan pariwisata. Pada Maret tahun lalu Netanyahu menyerukan kedua negara untuk meresmikan hubungan diplomasi karena “adanya kesempatan yang besar untuk kerjasama bilateral,” terutama di bidang teknologi.

Baca: Melalui Perdagangan, Jalan Alternatif Hubungan Israel-Indonesia

Pada era kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid, Indonesia pernah menjalin kerjasama dengan Israel. Meski dua negara tidak mempunyai hubungan bilateral, perdagangan antar kedua negara berjalan.

Hubungan perdagangan yang telah terputus sejak tahun 1967 diwujudkan saat Menteri Perindustrian dan Perdagangan dipimpin Luhut Binsar Pandjaitan pada tahun 2001.  Melalui Surat Keputusan Menperindag No.23/MPP/01/2001 tertanggal 10 Januari 2001 tertuang legalnya hubungan dagang antara RI dengan Zionis-Israel.

Sebenarnya, awal milenium kedua, mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Muhammad Jusuf Kalla memutuskan mencabut larangan hubungan dagang langsung antara perusahaan swasta Indonesia dan Israel. Keputusan itu tertuang dalam surat bernomor 26/MPP/Kep/11/2000 tertanggal 1 Februari 2000. Setahun kemudian, Menteri Perdagangan Luhut B. Pandjaitan membenarkan soal pencabutan larangan itu.

Bulan Agustus 2012, Menteri Luar Negeri RI, Marty Natalegawa pernah ditolak masuk ke Ramallah oleh penjajah Israel saat hendak mengikuti KTT Gerakan Non Blok.

Atas tindakan itu, Marty mengecam keras. Bahkan dia merasa Israel telah semakin menunjukkan kearoganannya.

Empat tahun kemudian, pada bulan Maret 2016, Pemerintah Zionis-Israel pernah mengusir Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi dan delegasi pemerintah Indonesia yang akan memasuki Ramallah di Palestina.

Israel tidak memberi izin over-flight bagi helikopter Angkatan Udara Yordania yang akan mengangkut pejabat tinggi Indonesia ini.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Benjamin Netanyahuhubungan bilateral dengan Israelhubungan dagang antara RI dengan IsraelIndonesia dan Israelkerjasama dagang dengan IsraeLuhut Binsar PandjaitanMaskapai El AlMenteri Perindustrian dan PerdaganganPerdana Menteri Israel
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 3 Cara Selamat dari Berita Bohong
Tulisan selanjutnya Seusai Ikut Aksi 212, Pemuda ini Jadi Rajin Shubuhan Berjamaah dan Mengaji

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Berita
31 Agustus 2026 21:38
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?