Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

3 Cara Selamat dari Berita Bohong

Ahmad
Terakhir diupdate: 23 Februari 2017 12:13 12:13 pm
Ahmad
Dipublikasikan 23 Februari 2017 12:13
Bagikan
[Ilustrasi] Hoax atau berita bohong.
Bagikan

MASALAH berita bohong telah menjelma begitu menakutkan bagi masyarakat modern, tidak saja di Indonesia, tetapi juga dunia. Beragam ide untuk membentuk regulasi dalam mengatasi hal ini telah didiskusikan secara serius oleh banyak pihak, termasuk pemerintah.

Tetapi, mengapa berita bohong menjelma menjadi sangat menakutkan belakangan ini?

Tidak lain karena sekarang adalah masa dimana setiap manusia bisa ‘berbicara’ dalam beragam wujud, terutama rangkaian aksara lewat apa yang kita kenal dengan istilah media sosial. Meskipun sejatinya hoax tidak melulu hadir melalui media sosial, bisa juga melalui media massa.

Di saat yang sama, kepentingan-kepentingan tertentu telah menjadikan upaya massif menggiring opini publik lewat media sosial yang tentu saja memancing munculnya ‘perang’ opini di media sosial. Karena begitu pentingnya masalah ini, Dahnil Anzar Simanjuntak sampai berulang kali menegaskan melalui akun twitternya @Dahnilanzar agar kawula muda negeri ini berhenti memproduksi dan menjadi ‘tuyul’ di twitter yang mendapatkan nafkah dengan cara menebar hoax, caci-maki dan stigmatisasi.

Baca: Ini Penyebab Hoax Tetap Marak

Lantas, bagaimana agar kita selamat dari sebaran berita bohong alias hoax?

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Pertama, tabayyun

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَأٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْماً بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

“Wahai orang- orang yang beriman, jika ada seorang fasiq datang kepada kalian dengan membawa suatu berita penting, maka tabayyunlah (telitilah dulu), agar jangan sampai kalian menimpakan suatu bahaya pada suatu kaum atas dasar kebodohan, kemudian akhirnya kalian menjadi menyesal atas perlakuan kalian.” (QS. Al-Hujurat [49]: 6).

Di dalam ayat tersebut ada dua kata kunci, pertama berita. Kemudian, kedua fasiq. Berita dimaksud tentu saja memiliki nilai urgensi dalam sisi kehidupan umat manusia. Dan fasiq menunjukkan bahwa berita itu disampaikan oleh orang yang keluar dari ketaatan kepada Allah alias telah bermaksiat. Jika demikian, langkah yang mesti diambil ialah tabayyun alias telitilah lebih dulu.

Baca: Penyebar ‘Hoax Kapolri’ Ditangkap Bareskrim, Bagaimana dengan Ahok?

Terhadap kata “tabayyun” ini Ath-Thabari memahaminya dengan “Endapkanlah dulu sampai kalian mengetahui kebenrannya, jangan terburu-buru menerimanya…”

Dengan demikian, kita akan selamat dari bertindak bodoh, “bijahalah” yang tentu saja dampaknya akan sangat buruk dikemudian hari. Dan, seperti sekarang, berita bohong sangat mengkhawatirkan kehidupan umat manusia sampai pada tingkat keamanan dan ketertiban umum.

Jadi, dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam komunikasi verbal maupun tulisan melalui media sosial, sikap tabayyun harus senantiasa kita utamakan, sebelum mengambil kesimpulan apalagi tindakan. Dengan demikian, salah paham, perselisihan dan pertengkaran, bisa kita jauhkan dalam kehidupan, sehingga rahmat Allah senantiasa melingkupi kehidupan kita.

وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ لَمَسَّكُمْ فِي مَا أَفَضْتُمْ فِيهِ عَذَابٌ عَظِيمٌ

“Sekiranya tidak ada kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua di dunia dan di akhirat, niscaya kamu ditimpa azab yang besar, karena pembicaraan kamu tentang berita bohong itu.” (QS. An-Nur [24]: 14).

Baca: Kisah Hoax di Zaman Rasulullah [1]

Kedua, menghidupkan nalar

Bernalar mungkin biasa kita dengar. Tapi apakah sudah biasa dilakukan, ini mungkin yang penting untuk kembali dihidupkan.

Bernalar adalah proses berpikir yang sistematis untuk memperoleh kesimpulan atau pengetahuan yang dapat bersifat ilmiah dan tidak ilmiah.

Lebih jauh ditegaskan, bernalar akan membantu manusia berpikir lurus, efisien, tepat, dan teratur untuk mendapatkan kebenaran dan menghindarkan kekeliruan.

Dan, bernalar mengarah pada berpikir benar, lepas dari berbagai prasangka emosi dan keyakinan seseorang, karena penalaran mendidik manusia bersikap objektif, tegas, dan berani; suatu sikap yang dibutuhkan dalam segala kondisi.

Dengan demikian, menghidupkan nalar, di antaranya merupakan langkah lanjutan dari tradisi tabayyun sebagaimana langkah pertama dalam bahasan ini yang kemudian segala macam berita yang masuk kita validasi secara nalar dan dalam konteks ajaran Islam tentu harus merujuk pada Al-Qur’an dan Sunnah serta ulama.

Baca: Kisah Hoax di Zaman Rasulullah [2]

Langkah sederhananya, setiap informasi atau berita yang masuk ditimbang baik-baik, mulai dari asal-usul, kebenaran, manfaat dan maslahat. Jika memang sudah dapat diyakini info itu benar, penting, dan bermanfaat, menyebarluaskannya tentu suatu kebaikan. Tetapi, jika tidak, sebaiknya tidak melakukan apapun, apalagi men-share ke orang lain yang bisa jadi menimbulkan kemudharatan yang tidak disangka.

Ketiga, jauhi akun anonim

Terakhir, agar selamat dari berita bohong, abaikan akun-akun anonim di media sosial, terutama di twitter yang mana akun anonim punya kebiasaan berkata-kata negatif secara serampangan. Hal ini mungkin terjadi karena mereka memang menggunakan akun bukan asli, sehingga merasa aman dari diketahui orang lain.

Sebaliknya, rujuklah akun-akun yang normal, jelas, bisa ditemui dan diambil ilmu dan manfaatnya. Jika butuh info penting terupdate soal apapun, rujuklah mereka yang bisa kita jamin komitmennya terhadap kebenaran dan kejujuran serta keadilan.

Dengan kata lain, ternyata pesan orang tua terdahulu agar kita berupaya mencari teman orang-orang yang sholeh ‘wong kang sholeh kumpulono’ masih harus menjadi perhatian, sebab tidak saja dibutuhkan dalam interaksi di dunia nyata, tetapi juga di dunia maya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:berita bohongberita hoaxberita palsuhoaxhoax zaman rasulullah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ribuan Orang Hadiri Pemakaman Blind Sheikh Omar Abdul Rahman di Mesir
Tulisan selanjutnya Berkunjung ke Australia, Netanyahu Hindari Langit Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Berita
15 Juli 2026 21:36
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?